Senin, 28 Februari 2011

TALENTA DAI ANAK SEKOLAH









Tak disangka, di tengah pergaulan anak-anak remaja seusia SMP seperti sekarang ini masih ada anak-anak yang mempunyai talenta di bidang agama. Hal ini nampak pada peringatan maulud nabi Muhammad SAW pekan lalu di SMPN 1 Dolopo Madiun. Diperingati secara sederhana, diantaranya dengan mengadakan MTQ, lomba adzan dan lomba da’i dan da’iah anak-anak ini menunjukkan potensinya. Terutama dalam bidang cuap-cuap agama, alias menjadi dai.
Dengan mencontoh da’i idola baik yang muncul di TV, rekaman, siaran radio atau melhat tabligh akhbar di kampung, anak-anak ini mampu mempesona rekan-reknnya. Bahkan guru atau teman2 mereka tidak mengira. Jika di kelas sering jadi trouble makker, ternyata begitu tampil di panggung mampu menarik simpati penonton. Terbukti anak dan guru terkesima dengan cara penyampainnya.
Bila talenta anak2 ini diasah bukan mustahil kelak mereka akan menjadi orang besar. Sebagai apresiasi atas aksinya, sekolah memberi tali asih berupa hadiah. Kecil besarnya hadiah bukan segalanya. Tetapi menghargai prestasi sekecil mungkin dapat menjadi motivasi untuk berkembang lebih hebat lagi.

Minggu, 27 Februari 2011

Satu Hari Berbusana Daerah

Untuk memajukan pendidikan dan meningkatkan kompetensi siswa, sudah banyak program atau gerakan satu hari di sekolah. Mulai gerakan menabung, satu siswa satu tanaman, satu hari berbahasa daerah, satu hari berbahasa asing (Inggris), Jum’at bersih dan sebagainya. Program-program semacam ini jika dilaksanakan konsisten akan menciptakan anak berkepribadian mulia.

Disamping program tersebut terkait aspek ilmu pengetahuan, kegiatan pembiasaan dan pelestarian budaya bangsa perlu juga dicanangkan di sekolah. Salah satunya melestarikan busana daerah. Jika saat ini sudah banyak sekolah mempunyai seragam batik khusus ciri khas sekolah atau daerah, perlu juga anak-anak sekolah diprogramkan berbusana daerah. Satu hari dalam satu pekan atau dalam satu bulan, anak-anak memakai busana daerah masing-masing.

Dengan berbusana daerah, meraka akan mengenal, melestarikan dan mengembangkan budayanya masing-masing. Efek lain, industri atau kerajinan daerah yang memproduksi pernak-pernik busana daerah juga akan berkembang. Program satu hari berbusana daerah bisa juga diterapkan untuk semua instansi pemerintah daerah.

Sabtu, 26 Februari 2011

Susu Segar dan Susu Nabati untuk Balita

Sejak beredarnya kabar susu formula terkontaminasi bakteri enterobacter sakazaki, ibu-ibu banyak yang kuatir. Terutama yang mempunyai balita dan menggantungkan nutrisi putra-putrinya kepada susu formula. Tak terkecuali petugas posyandu di desa. Karena ketika kegiatan di posyandu terkadang balita di beri asupan tambahan susu formula.

Agar program peningkatan gizi bagi balita tetap berjalan, di posyandu para balita tetap diberi tambahan gizi. Susu formula digantikan dengan susu segar atau susu nabati. Untuk daerah yang mempunyai peternakan sapi atau kambing, ibu-ibu dianjurkan memberi susu segar. Jika tidak ada, membuat susu/sari kedelai. Dengan menggunakan produk alami produksi sendiri, ibu-ibu baik secara mandiri atau dikelola posyandu mengelola pengadaan susu segar atau susu nabati. Dengan usaha ini ibu-ibu bisa menghemat bahkan menghasilkan pendapatan, dan anak pun sehat,

Jumat, 25 Februari 2011

Mencegah Politisasi Reformasi PSSI

Melempemnya prestasi PSSI dibawah kepengurusan lama merupakan pertanda tidak kredibilitasnya manajemen dan pembinaan dalam tubuh PSSI. Keinginan mempertahankan kedudukan ketua umum yang ditengarai berbagai manuver seputar varifikasi calon dan tempat konggres dapat menjadi bumerang bagi PSSI.

Keinginan masyarakat sepakbola nasional yang menginginkan perubahan dalam tubuh PSSI seharusnya memberi penyadaran kepada pengurus lama. Penyegelan kantor PSSI adalah bentuk awal ketidakpuasan atas intrik-intrik pelanggengan kekuasaan. PSSI seharusnya berkaca pada reformasi yang bergulir di Afrika dan Timur Tengah. Bila aspirasi masyarakat pecinta sepakbola tidak diakomodir, jangan-jangan terjadi reformasi ala Tunisia dan Mesir. Lebih baik PSSI menyerahkan kepada badan independen untuk mereformasi kepengurusan baru. Membentuk PSSI lebih mandiri dan profesional serta menjauhkan sepakbola dari urusan politik dan kepentingan segelintir orang.

Kamis, 24 Februari 2011

POSISI TIDAK LAGI MENENTUKAN PRESTASI

Soal dan Posisi Duduk Ujian Nasional Berkeadilan
Ada langkah baru dalam Ujian Nasional (UN), soal dibuat lima jenis. Suatu upaya membuat UN semakin jujur. Namun demikian pemodifikian soal ini diharapkan benar-benar seimbang. Berbobot sama dan tidak hanya dilakukan dengan model acak. Sehingga UN benar-benar mampu mengukur kemampuan siswa secara mandiri. Di sisi lain, agar nantinya soal unas tidak menjadi kambing hitam, jika ada siswa tidak lulus.
Di samping itu, pengaturan posisi juga harus benar-benar adil. Agar tidak terjadi pengaturan posisi tempat duduk yang memungkinkan siswa saling contek. Tidak boleh ada siswa berkode sama duduk berdekatan. Pemberian kode berbeda setiap hari juga bisa mencegah kecurangan. Toh dengan teknologi pengkodean soal berbeda setiap hari untuk setiap anak bukan lagi masalah. Pada akhirnya ungkapan posisi menentukan prestasi tidak berlaku lagi. Persiapan dini kunci sukses ujian nasional.

Rabu, 23 Februari 2011

MOTOR NGEBUT ROBOHKAN TIANG




Selasa siang kemarin ada musibah. Sebuah kecelakaan antar dua sepeda motor yang terjadi di dekat SMPN 1 Dolopo Madiun. Duo Yamaha, Mio dan Yupiter saling bersenggolan. Begitu kencangnya laju Jupiter, seusai menyerempet Mio lansung terlempar dan terseret hingga lebih dari 30 meter. Dan akhirnya menerjang tiang teras rumah tepi jalan hingga tiang itu roboh. Masih untung motor tersebut tidak menambah korban. Karena kejadian ini bertepatan pulangnya anak-anak sekolah. Dan memang pengendara Jupiter ini bermaksud menjemput anaknya. Kontan saja ini menjadi tontonan.

Kecelakaan sepeda motor seperti ini belakangan memang sanagt sering terjadi terutama di jam berangkat dan pulang sekolah. Semua beradu dengan waktu. Pagi tidak ingin terlambat, siang tak sabar segera sampai rumah. Ditambah, karakter pengendara motor. Banyak anak yang belum punya SIM terpaksa mengendarai motor. Jelas saja nalar dan mental mereka belum jalan. Yang penting motor jalan dan ngebut. Kalau akhirnya badan mereka benjut beradu aspal, ya wajar saja.

Selasa, 22 Februari 2011

Uji Ulang Guru Sertifikasi

Lima tahun sudah program sertifikasi guru bergulir sejak 2006. Namun profesionalisme guru yang diharapkan belum menunjukkan hasil signifikan, seperti diakui Kemendiknas sendiri (JPNN, 20-2-2011). Ketidaktepatan waktu pencairan dana sertifikasi sebagai penyebab stagnannya profesionalisme guru seperti yang disampaikan ketua PGRI tidak sepenuhnya benar.

Ada faktor lain penyebabnya. Mulai proses rekrutmen, verifikasi, pengawasan hingga tiadanya sanksi. Model pembayaran rapel yang terjadi selama ini pun lebih banyak membuat guru konsumtif. Pengalokasian dana sertifikasi 10% untuk pengembangan diri guru, hampir tidak terwujud. Perlu pembaharuan dalam program sertifikasi agar tujuan memajukan pendidikan bangsa terwujud. Salah satunya melakukan uji ulang guru yang sudah tersertifikasi.

Layaknya mobil, STNK atau SIM, dalam periode tertentu harus dilakukan uji ulang. Bagi guru yang tidak menunjukkan peningkatan profesionalisme bahkan terbukti memalsukan berkas yang digunakan proses dan uji ulang sertifikasi diberi sanksi. Ditunda, ditangguhkan bahkan dicabut hak sertifikasinya. Dengan demikian guru semakin terlecut untuk berkreasi dan berprestasi.