Tampilkan postingan dengan label SOSMAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOSMAS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Februari 2017

TOPENG KEPALSUAN

Jangan ada dusta diantar kita. begitu kata-kata bijak yang sering kita dengar. Hidup ini memang unik. Ada-ada saja trik orang untuk memperoleh kekuasaan, kekayaan, kekasih dan cinta. Ada banyak cara memperolehnya, baik dengan cara yang baik atau buruk. Tak terkecuali berdusta.
Dusta sendiri sebenarnya ada yang baik dan ada yang buruk. Tentu saja, dusta cenderung buruk. Karena dengan dusta, orang lain bisa terbuai da tertipu karenanya. Dusta adalah kedok untuk menutupi kekurangan, kelicikan dan niat buruk. Ibarat sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga, sepandai-pandai menyimpan kebusukan, akhirnya tercium juga, dusta pasti akan terbongkar. Tinggal tunggu waktu. kalaulah sekarang berkuasa dengan dusta, esok dia akan tergelincir karena pengkianatan para pendusta yang kini ada di kanan kirinya

Rabu, 06 Juli 2016

GALANG DANA DI HALAL BIHALAL



Hari-hari ini umat Islam Indonesia melakukan ritual halal bihalal, budaya khas  Indonesia. Disamping melakukan kegiatan rutin bersilaturahim dengan tetangga, kolega atau pimpinan, halal bihalal banyak dikemas dalam bentuk halal bihalal bersama atau reuni.
Sudah barang acara seperti ini dihadiri orang-orang yang sudah berhasil. Acaranyapun banyak dibalut dengan acara makan-makan. Tentunya ini tidak menggambarkan hasil puasa Ramadan. Halal bihalal bukan ajang balas dendam dengan pesta pora. Hari kemenangan merupakan introspeksi diri untuk memperbaiki kulaitas rohani.
Agar acara ini lebih bermanfaat, ada baiknya dilaksanakan secara sederhana. Dirayakan juga bersama-sama dengan kaum duafa. Diselipi penggalangan dana. Dana yang terkumpul disumbangkan kepada mereka yang kekurangan. Bagi yang berhasil, dapat mengajak rekan atau masyarakat sekitar yang belum mendapat pekerjaan dengan merekut atau menciptakan lapangan pekerjaan baru di daerah asalnya. Dengan demikian halal bihalal dan reuni tidak saja dapat merajut hati yang rindu, tetapi juga mampu memberi kesejukan kepada  mereka tidak mampu.

Selasa, 05 Juli 2016

Angkutan lebaran khusus lansia, balita dan ibu menyusui



Angkutan umum masih menjadi alat transporatsi favorit masyarakat. Harga yang terjangkau menjadi alasan, mengesampingkan kenyamanan dan keselamatan. Meski sudah ada pelayanan istimewa seperti gerbong khusus perempuan, hal itu belum cukup. Utamanya bagi lansia (lanjut usia), balita, dan ibu menyusui.
Untuk itu pelayanan angkutan khusus perlu ditambah bagi lansia, balita beserta orang tuanya, dan ibu menyusui. Tidak hanya berupa gerbong kereta api, tetapi juga menyediakan bus khusus bagi mereka. Balita yang berkumpul dengan sebayanya merasa seperti di play group. Bayi bisa minum ASI sepuasnya, lansia terjaga keselamatanya. Penumpang lain pun bisa menikmati perjalanan.

Minggu, 03 Juli 2016

1 Rupiah selluler buat amal



            Pesatnya teknologi komunikasi telah mengubah model budaya silaturrahim. Ucapan selamat cukup  melalui telpon selluler. Pemakainya tak lagi terlalu memperhitungkan biaya. Karena melalui telepon genggam lebih hemat dibanding berkirim surat apalgi bertemu muka. Tentu saja penyedia layanan telekomunikasi banyak meraup untung. Terutama di bulan suci Ramadan dan Idul Fitri.
            Berbagai promo pun dilakukan untuk  memanjakan pelanggan. Mulai paket gratis, paket hemat, berbagai bonus dan kemudahan lain. Namun semua itu kebanyakan bagi pengguna produknya. Sedang bagi masyarakat awam belum.
Perlu ada tambahan layanan bersifat sosial. Salah satunya dengan menyisihkan keuntungan untuk amal. Misalnya 1 rupiah penggunaan sms atau panggilan selama Ramadan dan Idul Fitri diperuntukkan bagi kaum dhuafa. Ini sebagai bentuk empati perusahaan telekomunikasi terhadap kaum miskin. Dengan kemajuan teknologi, diharapkan hasil penyisihan 1 rupiah ini sebagian besar segera diberikan kepada yang berhak sebelum hari raya. Supaya mereka bisa ikut merayakannya. Sedang sisanya setelah hari raya. Agar lebih bermanfaat, bantuan diberikan dalam bentuk modal kerja.
           

Kamis, 30 Juni 2016

Zakat Jadi Alat Pancing



           Zakat bisa dipakai mengukur  kesejahteraan masyarakat. Semakin besar zakat terkumpul menunjukkan semakin baik tingkat kemakmurannya. Meski tidak dipungkiri juga masih banyak masyarakat yang hidup kekurangan. Trend pengumpulan zakat pun setiap tahun menunjukkan grafik meningkat. Bahkan di beberapa tempat terjadi surplus zakat. Tentunya ini bisa dimanfaatkan lebih optimal.
            Disamping zakat berlebih tersebut bisa didistribusikan ke luar wilayah, besaran zakat terutama jatah fakir miskin perlu diperbesar nilainya. Terutama kaum miskin yang memiliki anak usia sekolah.  Porsinya disesuaikan. Misalnya zakat yang diberikan selain dapat digunakan untuk berlebaran juga bisa digunakan untuk membiayai pendidikan. Syukur bisa untuk satu tahun.
Porsi yang lebih besar kepada fakir miskin ini sebagian zakatnya bisa diarahkan sebagai modal kerja. Nantinya lembaga penyalur zakat memberikan pelatihan. Sehingga selepas lebaran mereka siap berusaha mengentaskan diri dari kemiskinan. Jadi zakat tidak lagi sekedar memberi ikan, tetapi memberi kail. Agar zakat mempunyai kemanfaatan lebih banyak.

Jumat, 24 Juni 2016

Stop tayangan hiburan di jam taraweh



Ramadan tidak hanya menggiring kaum muslimin meningkatkan ibadahnya. Bulan suci ini juga menjadi magnet untuk meraup untung. Berbagai stasiun televisi berlomba menayangkan acara bertema religi. Mulai siraman rohani, talk show, kuis interaktif, sinetron dan sebagainya. Jam tayangnya mulai dini hari hingga larut malam.
Tontonan seperti ini sebenarnya cukup baik. Selain sebagai hiburan, muatan materinya bisa sebagai media dakwah.Hanya sayang, jam tayangnya kurang tepat. Terutama penayanan hiburan pada saat jam taraweh. Sinetron, film, musik/komedi misalnya. Apalagi sinetron tersebut sudah ditayangkan sebelum Ramadan tiba. Di kemas memeriahkan Ramadan, tayangan ini mampu memikat pemirsa sebagai jamaah fanatiknya. Begitu Ramadan tiba, para jamaah ini tidak mau ketinggalan cerita. Mengalahkan semangat beribadah sholat taraweh dan tadarus.
Untuk itu perlu himbauan kepada stasiun televisi agar penayangan hiburan, terutama sinetron tidak pada jam-jam kaum muslimin menunaikan sholat taraweh. Antara pukul 19.00 – 21.00 tidak diperkenankan menayangkan paket hiburan. Agar sholat tarawehnya  lebih khusuk. Pengusaha tidak terkesan melakukan komerdialisasi  ibadah demi keuntungan semata.