Tampilkan postingan dengan label world cup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label world cup. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Juli 2010

PELE, PAUL DAN SOFT SKILL

Pintar mana Pele dan Paul? Yang jelas, menurut alirannnya Jaya Suprana, Pele menganut paham kelirumologi. Ramalannya salah melulu. Nampaknya Pele mengambil aliran ini agar orang tidak mudah percaya dengan dia. Sebagai legenda sepak bola abad ini, Pele tidak ingin dikultuskan sebagai dewanya sepak bola. Coba kalau predikasi Pele banyak benarnya, mungkin ia akan banyak didatangi banyak orang Yaa, kalau di Indonesia begitu sudah dipanggil Mbah dukun Pele. Tidak hanya minta ramalan sepakbola, tetapi akan banyak yang minta jampi-jampi, pesugihan, pelaris atau minta restu maju ketua umum PSSI.
Semetara gurita Paul semakin hari ramalannya semakin tok cer. Satu persatu prediksinya cos pleng. Kalau mama Laurent masih hidup, bisa -bisa ia akan menjadi pesaingnya. Meski hanya seekor binatang, nampaknya sampai hari ini sosok gurita Paul kian menjadi rujukan para petaruh. Kalau Paul ini mukim di Indonesia, cerita bisa makin heboh. Paul pasti akan ramai didatangi pengunjung seperti Ponari.
Tapi inilah kebesaran Tuhan. Pele yang manusia dan Paul yang binatang diberi talenta dan insting berbeda. Pele mengandalkan naluri, pengalaman dan catatan yang ia himpun Dengan statistika ala Pele, ia meramal jawara. Sayang, penyakit mendasar seseorang yang punya nama besar yaitu tidak ingin nama besarnya disaingi. Meski dalam hati nurani yakin, bahwa ada pemain, tim atau negara yang hebat melebihi dirinya. Ia cenderung lebih suka melihat sisi negatif. Nafsu yang mengalahkan pikiran jernih otak. Sebuah kesombongan yang membuat mata hati seseorang menjadi tumpul. Dan nampaknya ini yang menimpa Pele.
Beda dengan Paul. Tuhan menciptakan binatang dengan memberi nurani dan indera keenam. Binatang tidak dibekali kemampuan berlebih pada otak dan tidak bisa bicara. Hanya Nabi Sulaiman yang bisa mendengar bicaranya hewan. So, mesti Paul mempunyai indera keenam untuk meramal pemenang dalam suatu pertandingan. Ia tidak membisikkan kepada siapapun. Orang hanya melihat polah Paul. Apa yang dilakukan Paul terkait pilihan negara mana yang menag, diyakini orang sebagai ramalan Paul.
***
Arena sepak bola mirip arena sekolah. Keduanya mempunyai filosofi sama untuk belajar, berjuang dan menang. Untuk menjadi pemenang dibutuhkan persiapan matang. Mulai pemilihan pelatih, pemain, metode pelatihan dan strategi di lapangan. Yang tidak boleh dilupakan doa dan mengharap hoki, keberuntungan dan keajaiban. Bundarnya bola tidak saja membuat permainan itu indah. Bundarnya bola juga bisa menggelincirkan siapapun. Kepercayaan diri yang terlalu tinggi, meremehkan lawan, semangat juang yang lemah sering kali menjungkir balikkan harapan.
Jerman yang perkasa dan sempat terjegal Serbia bangkit. Sepertinya warisan semangat Hitler bahwa Jerman di atas segalanya membangkitkan nyali. Jermanpun lolos ke babak berikutnya. Tidak terlalu diunggulkan, Jerman menjungkalkan Inggris dan Argentina. Orangpun berbondong-bondong menjagokan Jerman sebagai kandidat juara. Pasukan muda Panser sepertinya tinggal selangkah mewujudkan impian.
Keperkasaan Jerman membuat keder Spanyol. Tetapi sepakbola di jaman modern ini ternyata masih dipengaruhi klenik, mitos atau ramalan para paranormal. Bukan lantaran ramalan Dedy Corbuzier, Ki Joko Bodo termasuk Pele yang membuat nyali pemain Jerman tidak nampak tajinya kala menghadapi matador-matador Spanyol. Gurita Paul yang justru berada di Jerman telah meluluhkan semangat tempur anak-anak Jerman. Si Paul mempredikasi bahwa Spanyol akan memenangkan pertandingan. Ditambah masalah ban kapten antar Lahm dan Ballack yang tidak ikut bermain merusak suasana tim. Permainan Jerman yang menggigit kala menghancurkan Inggris dan Argentina tidak nampak. Sedang Villa dkk dengan lincahnya memainkan bola dari kaki ke kaki. Kalah postur pemain Spanyol pintar memainkan ritme pertandingan. Meredam serangan kilat ala Jeman. Dan Jerman benar-benar tersingkir oleh gol Puyol.
Tidak ingin pulang dengan tangan hampa, Loew segera menyadari kelemahan dan ingin membangun kembali kepercayaan diri pemain. Menghadapi Uruguay Jerman kembali memakai kaos hitam yang lebih membawa keberuntungan. Loew pun tidak memakai sweater birunya. Warna biru yang banyak membawa sial di world cup 2010. Pemain lapis kedua pun diturunkan. Al hasil Jerman mampu menekuk Uruguay 3-2. Dan Uruguay yang berkostum biru muda melanjutkan kutukan warna biru.
Selama satu bulan ini setidaknya kita disuguhi sebuah tontonan dan tuntunan. Banyak orang memandang world cup 2010 Afsel ini dari sisi historis dan ekonomi. Menciptakan sejarah sepakbola dari berbagai aspek. Mulai statistik permainan dan pertandingan hingga rekor baru yang tercipta. Masih ada sisi lain yang bisa dilihat.
Sepak bola adalah salah bentuk pendidikan multi dimensi. Pendidikan yang memerlukan dan menghasilkan hard skill dan soft skill. Ada pendidikan dan permainan karakter. Sepakbola adalah permainan kasat mata, bukan sinetron. Pemaian yang terbiasa bermain watak dalam klub, akan mudah dihujat dan tidak mendapat empati. Pemain yang terlalu berlaku manis dan manja kehilangan sentuhan magisnya.
Siapa yang meragukan kemampuan Messie, Rooney, Ronaldo, Kaka atau Ribery. Berbandrol ratusan milyar, toh di world cup tidak memberikan kontribusi berarti. Gol-gol yang biasanya mengalir, kali ini mandul. Mereka mempunyai hard skill yang aduhai. Kalau mereka gagal di world cup, bukan karena terkena jampi-jampi afrika yang terkenal bisa membuat orang tidak bisa berbuat banyak. Lantas, mengapa hal ini terjadi?
Sepak bola adalah permainan. Permainan yang mampu mengubah perilaku seseorang yang terlibat dan gandrung dengan sepak bola. Selain hard skill, ada soft skill yang tidak berkembang selama world cup. Baik soft skill intrapersonal maupun interpersonal. Seorang pemain sepakbola harus memiliki soft skill intrapersonal yang meliputi kepercayaan diri, kepribadian, konsistensi, manajemen waktu, disiplin, santun, menjunjung tinggi norma, jujur, berakhlak mulia, memilki etos kerja yang tinggi dan mempunyai kewibawaan sebagai seorang pemimpin.
Kaka cukup santun ketika dikartu merah, tetapi mengapa Ronaldo harus meludahi kameramen? Satu sisi soft skill seseorang bisa plus. Jika soft skill minus dapat berdampak negatif dalam permaian seorang pemain bahkan merusak tim. Belum lagi jika soft skill interpersonalnya tidak berjalan.
Soft skill interpersonal yang meliputi kemantapan emosional, rasa tanggungjawab, motivasi, kemampuan menguasai karakteristik orang lain, cara berkoimunikasi, empati, adaptasi dan sosialisasi yang baik akan melahirkan kekuatan yang mampu membuat seseorang di dalam tim menjadi inspirator dan motor. Sinergi kedua soft skill dan hard skill ini yang menjadi modal dasar sebuah tim mampu menjadi kekuatan maha dahsyat.
Dan yang menjadi katalis untuk memuluskan impian menjadi juara dunia 2010 adalah keimanan seseorang. Kehebatan Paul meramal dan semakin dipercayai banyak orang bisa melupan manusia dengan Tuhannya. Gurita Paul sudah meramal Spanyol akan tampil sebagai Champion. Ini bisa menjadi racun paling berbahaya bagi Spanyol. Mereka akan merasa juara sebelum bertanding. Kelengahan dapat menciptakan neraka bagi tim Spanyol.
Dan kita semua akan menunggu apakah Spanyol lebih mempercayai Paul, Pele atau lebih mengandalkan hard skill, soft skill pemain dan mendekatkan diri dengan Tuhan. Akankah Spanyol mengawinkan gelar piala Eropa dan merengkuh piala Eropa untuk kali pertama? Sementara Belanda puas dengan gelar juara tanpa mahkota. Ini akan terbukti di panggung realita final World Cup 2010. Bukan karena ramalan Paul atau Pele.
Dan akhirnya terbukti Spanyol menjadi jawara World Cup 2010 berkat hard dan soft skillnya.

Senin, 12 Juli 2010

SPANYOL JUARA WORLD CUP 2010

SPANYOL BUNGKAM BELANDA 1-0
Fantastis, dramatis dan menghibur. Itulah gambaran final world cup 2010 Afrika Selatan. Spanyol dan Belanda menyuguhkan permanian menyerang mullai peluit kick off dibunyikan. Berkali-kali kedua tim saling serang. Nampaknya serangan matador-matador lebih menggit. Mereka lebih kesetanan ingin mematahkan mitos bahwa tim yang pernah kalah di babak oenyisihan tidak jadi juara dunia. Atau bisa jadi termotivasi oleh Paul urita yang menjagokan Spanyol akan menjadi jawara. Meski Belanda tidak tinggal diam, Mereka juga ingin mengubah anggapan sebagai tim juara tanpa mahkota. Hingga 90 menit berlangsung, kedua tim bermain kaca mata 0-0.

Babak pertambahan waktu dilakukan. Spanyol langsung menggebrak. Pelangaran demi pelanggaran dilakukan. Beberapa kali gawang Belanda terancam. Hingga pemain belakang Belanda terpaksa menggagalkan serangan Spanyol dan berbuah kartu merah. Unggul satu pemain Spanyol kian menggila. Lewat serangan cepat sentuhan satu dua, Torres mengoper bola ke Iniesta. Jebakan offside Belanda kali ini gagal. Dan dengan bebas Iniesta menceploskan bola ke pojok gawang. GOL!!! 1-0 Spanyol unggul. Di sisa waktu Belanda mencoba bangkit. Apa daya pertahanan Spanyol yang dikawal Puyol dkk sulit ditembus. Peluit panjang tanda berakhirnya final ditiup. Dan Spanyol mencatatkan diri sebagai tim kedua yang mampu mengawinkan piala Eropa dan Piala dunia. Spanyol menjadi anggota negara baru pemegang piala dunia.

Dan untuk ketiga kalinya Belanda harus gigit jari dan kembali menyandang juara tanpa mahkota. Sayang, dalam pertandingan ini Villa dan Sneidjer tidak mampu mencetak gol. Bersama Forlan, dan Mueller keempatnya mencetak 5 gol. Ini juga rekor, ada empat top skor peraih sepatu emas. Kalau semua harus menerima sepatu emas, terpaksa sepatu emasnya dibagi dan menunggu tukang sol sepatu membuat sepatu tambahan he..he...
Tapi panitia tidak mau repot membuat sepatu emas baru. Cukup satu orang yang menerima yaitu Mueller dari Jerman. Karena menurut panitia, Mueller banyak memberikan assist gol. Yaa haknya panitia memberi cuma sepatu emas. Tapi biar yang tiga tidak iri, ada baiknya meepa diberi sepatu boot, sepatu dari kulit rusa atau sepatu kaca miliknya cinderella.

Mueller masih menambah koleksi dengan menyabut pemain muda terbaik. Sedang bola emas untuk pemain terbaik jatuh ke tangan Diego Forlan. Gelar bagi Forlan ini juga kejutan. Biasanya pemain terbaik jatuh ke tangan tim juara atau finalis, minimal juara tiga Tapi kali ini jatuh ke tim peringkat 4. tetapi melihat permainan Forlan dan kejutan Uruguay yang tidak diunggulkan mampu lolos berkat gol dan kontribusi forlan dalam tim wajar saja gelar ini jatuh ke tangan Forlan.
Sementara Spanyol selain menjadi champiun juga masih ketambahan gelr tim Fair Play dan kiper terbaik yang disematkan ke Ike Casillas.

Minggu, 11 Juli 2010

JERMAN JUARA 3

Spesialis turnamen, Jerman kembali meraih juara 3 world cup Afsel setelah menundukkan Uruguay 3-2. Mengulang prestasi Jerman 4 tahun lalu kala world cup berlangsung di negerinya sendiri.
Posisi tiga ini minimal sebagai hiburan. Tidak mau kecolongan seperti ketika melawan Spanyol, pemain muda Jerman langsung memborbardir pertahanan Uruguay. Uriguay juga tak mau ketinggalan. Mewakili dinasti sepakbola Amerik Latin, Dego Forlan dan kawan-kawan juga mengancam gawang Jerman. Forlan yang juga berambisi memperoleh sepatu emas, sebenanrnya punya peluang meraihnya. Setelah mencetak satu gol, di menit terakhir tendangan Forlan membentur tiang gawang. Kini bersama Villa, Sneider, Forlan mengemas 5 gol. Otomatis top Skor kian meruncing ke pamin kedua tim yang berlaga di final.
Di perebutan juara 3 ini kita juga kembali melihat, warna biru tidak membawa keberuntungan. Sebaliknya warna hitam yang dipakai Jerman membawa Hoki. Mungkin juga ini yang membuat Jerman gagal ke final. Karena ketika melawan Spanyol, Jerman tidak memakai warna kostum kebanggaan. Atau bisa jadi kepercayaan pemain Jerman bangkit setelah Paul Gurita sudah meramal. Bahwa Jerman akan memenangi pertandingan melawan Uruguay. Sedang waktu melawan Spanyol, Jerman sudah diprediksi kalah. Makanya permainan Jerman kala melawan Spanyol tidak bertenaga. Inilah resiko kalau setiap kali mau bertanding percaya ramalan. Apalagi ramalannya gurita. Permainan bisa kacau. Untung saja Jerman masih meraih juara 3, kalau tidak gurita Paul akan dimasak!

Kamis, 08 Juli 2010

MATADOR GULINGKAN PANSER

Gol semata wayang Carles Puyol di menit 73 mengantarkan Spanyol menantang Belanda di final world cup 2010. Pertandingan babak semifinal kedua ini berlangsung ketat. Bermaterikan pemain muda kedua tim bermain cepat dan saling serang. Tetapi serangan Spanyol lebih taktis dan menggigit. Terbukti lebih banyak shoting ke arah gawang dan sepak pojok yang dilakukan Spanyol dari pada Jerman. Termasuk asal gol kemenangan Spanyol. Berawal sepak pojok, pemain Jerman yang rata-rata lebih tinggi tidak memperhatikan pergerakan Puyol yang berlari dari belakang. So, tanpa pengawalan ketat, Puyol bebas mengheading bola, dan GOL. Satu-satunya gol ini cukup menghantarkan Spanyol ke final.

Inilah final yang banyak diharapkan penggila bola setelah tim-tim vaforit bertumbangan. All Euro final mempertemukan dua tim yang bermain menyerang. Akan menjadi saksi sejarah, apakah Spanyol berhasil mengawinkan piala Eropa dan World Cup seperti Prancis atau Belanda akan mengakhiri kutukan sebagai tim berjuluk juara tanpa mahkota. Yang jelas kedua negara akan menambah koleksi negara yang pernh menjuarai Piala Dunia.

Jika melihat sejarah bahwa tim juara adalah tim yang tidak kalah dalam partai sebelumnya, maka Belanda berpeluang menjadi champion. Tetapi berdasar sejarah pula, bahwa permainan total football Belanda enak ditonton tetapi tidak memberi berkah, dan ujung-ujungnya kalah. Mungkin saja karena Belanda terlalu banyak menjajah negara-negara du dunia ketiga pada masa Koonial, Belanda kualat. Mungkinkah penjajahan berimbas ke sepak bola?

Sedang spanyol yang tampil jelek di pertandingan perdana kala kalah 0-1 dari Swiss, selanjutnya selalu bermain impresif dan meyakinkan. Maka banyak petaruh yang memilih Spanyol sebagai kandidat juara. Apalagi Gurita peramal juga menjagokan Spanyol sebagai juara dunia. Nah jika ini benar, berarti sejarah piala dunia bisa gugur. Karena negara yang kalah di awal laga bisa menjadi juara dunia.

Pertarungan babak pamungkas piala dunia ini juga akan menasbihkan top skor yang untuk sementara di sandang David Villa dan Whisley Sneider. Siapa yang berhak atas septu emas World Cup 2010. Sering terjadi tim juara tidak mendapat sepatu emas. Bagi-bagi hadiah. Tinggal pilih, mau mendapat sepatu emas atau timnya menjadi juara dunia? Siapapun juaranya akan mencetak sejarah! Sejarah dicetak bukan berdasar sejarah masa lalu! Sejarah terus berjalan bukan menengok ke belakang.

Rabu, 07 Juli 2010

BELANDA SINGKIRKAN URUGUAY 3-2

Untuk kali ketiga Belanda masuk final world cup setelah dengan susah payah mengalahkan Uruguay 3-2. Dengan ciri khasnya Belanda melakukan pressong sejak menit awal. Lewat tendangan geledek dari luar kotak penalti Van Bronkost sang kapten mencetak gol pembuka. Kontan saja, gol pertama ini membuat Uruguay kebakaran jenggot. Perlawanan sengit pun disuguhkan Uruguay.
Sebagai satu-satunya wakil Amerika Selatan Uruguay tidak ingin kebesaran sepakbola cantik Amerika dikalahkan oleh Eropa. Berkat kerja keras Uruguay mampu menyamakan kedudukan 1-1.
Di babak kedua Belanda tidak ingin kecolongan. Sebagai tim yang selalu menang mulai babak penyisihan Belanda membuktikan diri sebagai tim yang patut menyandang gelar juara dunia. Dua gol disarangkan kembali dan dibalas Uruguay di masa injury time. Skor akhir 3-2 untuk Belanda. Belanda menunggu pemenang Jerman vs Spanyol yang akan berlangsung besok.
Dengan bermain lebih awal di babak semifinal, Belanda punya keuntungan untuk memulihkan tenaga. Apalagi pertandingan Jerman kontra Spanyol diprediksi seru dan menguras tenaga. Melihat hal ini Belanda pasti berharap, kelelahan musuhnya akan memuluskan langkah meraih piala dunia untuk kali pertama.

Minggu, 04 Juli 2010

KEAJAIBAN VILLA

David Villa benar-benar gila. Penalti yang gagal dari kedua tim di babak kedua dan mengancam terjadinya perpanjangan waktu sirna oleh kehebatan David Villa. Skor 1-0 cukup menghantar Spanyol ke semifinal melawan Jerman. Pertandingan Spanyol vs Paraguay berlangsung seru. Kedua tim sama-sama membawa nama besar sepakbola dunia. Eropa Vs Amerika Latin. Jika di perdelapan final 5 wakil Amerika Selatan menguasi persaiangan, di perempat final, satu persatu gacoan sepakbola itu tumbang. Setelah Brazil dan Argentina tumbang, Uruguay masuk semifinal secara dramatis, Paraguay menjadi harapan Amerika Selatan untuk menunjukkan perimbangan kekuatan. Dan yang terjadi untuk sementara Eropa unggul.
Di semifinal 3 kontestan Eropa mengepung Uruguay. Menjadi satu-satunya harapan Amerika Selatan, Menghadapi Belanda nanti Uruguay pasti akan tampil ngotot. Sementara Spanyol ingin mengulang kejayaannya pada piala Eropa lalu.
Yang jelas Spanyol dan Jerman punya 2 jago gedor gol, Villa dan Klose. Di partai semifinal akan terjadi pertaruhan, siapa top skor piala dunia 2010, Klose atau Villa?

MESSI MANDUL ARGENTINA DIGUNDUL

Argentina dicukur Jerman 0-4.
Keberadaan Messi di Argentina diharapkan memberikan tuah ganda. Menjadikan Messie best player, top skor dan membuat Arfentina menjadi juara dunia. Alih-alih juara dunia, hingga babak perdelapan final, gol tak juga lahir dari Messi. Makanya di babak perempat final menghadapi Jerman, merupakan ujian terakhir apakah keberadaan Messi bisa membuat Aregentina jaya meski Messi tidak perlu membuat gol. Umpan dan pergerakannya diharapkan dapat mengelabui lawan.

Tetapi banyak yang lupa, bahwa yang dihadapi Argentina adalah Jerman. Panser Eropa ini dikenal sebagai tim terorganisir dengan baik. Bermain tidak mengandalkan ketrampilan individu atau mengedepankan nama besar. Nama-nama yang cukup dikenal seperti Klose atau Podolski tidak membuat mereka hidup laksana bintang Hollywood. So penampilan mereka tidak terlalu terganggu di luar lapangan. Dan kejutan pun terjadi

Tampil langsung mengebrak, Jerman ungul di menit awal. Muller membuat mental Jerman membara sementara Argentina langsung mati kutu. Pertandingan berlangsung kian seru. Skor di babak pertama 1-0. Memasuki babak kedua Argentina mencoba bangkit. Tetapi bukan berkah gol yang tercipta. Tiga gol bersarang ke gawang Argentina. 4-0 Jerman menggunduli Argentina. Dan Messi pun tetap Mandul.

Messi bersama Rooeny di pentas world cup ini melengkapi diri sebagai pecudang. Digadang-gadang subur dan bisa membawa timnya ke partai puncak ternyata menjadi kartu mati. Kekalahan Argentina ini sekaligus sebagai balasan atas kekalahan Jerman di even sebelumya.

Ini juga menunujukkan nama besar pelatih juga tidak menjamin sebuah tim menjadi hebat. Loew jelas kalah tenar dengan Maradona. Tetapi kepintaran Loew meramu pemain dan mengatur strategi bisa mengalahkan taktik Maradona yang menggunakan jurus dewa mabuk. Dan kali ini Maradona kena kutuk. Kualat dengan Tangan Tuhannya. Di semifinal Jerman menunggu pemenang Spanyol vs Paraguay.

Sabtu, 03 Juli 2010

URUGUAY UNGGULI GHANA 5-3

MENGHINDARI KESIALAN WARNA BIRU

Menjadi satu0satunya wakil Afrika, Ghana menunjukkan kelasnya. Lewat permaian cepat dan ngoto, Ghana unggul lebih dulu lewat Muntari. 1-0 Ghana ungul.Namun uruguay cepat membalas lewat Diego Forlan. Hingga 90 menit berakhir kedudukan 1-1. Pertandingan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Sepertinya Ghana lebih menguasi permainan. Hampir-hampir Ghana memenangi pertandingan. Di menit terakhir perpanjangan waktu Suarez menghalau bola yang mau masuk gawang. Suarez pun tekena kartu merah dan Ghana memperoleh penalti. Sayang Gyan yang mengeksekusi gagal menceploskan gawang. Bola membentur tiang atas. Pertandinganpun dilanjutkan adu penalti. Drama adu penalti dilakukan. Kali ini kepercayaan diri pemain Uruguay lebih tinggi. Sempat satu tendangan pemain Uruguay melambung, tetapi Kiper Uruguay berhasil memblok 2 tendangan. Skor penalti 4-2. Secara keseluruhan Uruguay unggul 5-3. Uruguay pun lolos ke semifinal bertemu Belanda.
Untuk Uruguay yang mempunyai seragam biru laut, kali ini lebih beruntung. Mungkin inilah trik menghindari kutukan warna biru. Kalau tim lain memakai biru kena sial, untuk menghidari nasib buruk warna biru dibuat biru muda.

BIRU MEMBAWA SIAL

BRAZIL PULANG DINI

Favorit juara dunia Brazil disingkirkan Belanda 1-2. Keraguan banyak penggemar Brazil dengan strategi pelatih Dunga terbukti. Permaianan cantik yang menjadi ciri khas Brazil untuk sementara ditinggalkan Dunga. Ia mengutamakan kemenangan, mengabaikan permainan cantik.
Mengawali permaian menyerang, Brazil sebenarnya membuka peluang lebih dulu. Lewat permainan cepat, Robinho berhasil menceploskan bola ke gawang Belanda. Hingga babak pertama berakhir, Brazil masih memimpin. Memasuki babak kedua Belanda bangkit. Bermaterikan pemain-pemain top yang malang melintang di kompetisi Eropa, Belanda mencoba mengendalikan permaian. Petaka Brazil datang, tendangan bebas Sneider dibelokkan oleh Melo. Gol bunuh diri ini sepertinya menurunkan mental pemain Brazil, dan Belnada kian percaya diri. Lewat serangan terenca apik Belanda mulai mengendalikan permaian. Berawal dari sepak pojok, bola berhasil dioper ke Kyut dan gol. Belanda memaksa Brazil gigit jari. Belanda melenggang ke semifinal. Kegagalan Brazil ini juga memberi peringatan bagi tim wolrd cup. Jangan memakai seragam biru. Brazil yang biasanya dominan memakai seragam kuning dengan komninasi biru, kali ini dominan birunya. Mengikuti jejak Italia dan Prancis yang identik dengan warna biru, Brazil pun kena kutukan warna biru. Mungkin di world cup kali ini warna biru membawa sial.

Rabu, 30 Juni 2010

MATADOR JINAKKAN BANTENG PENGHANCUR

VILLA HANTAR SPANYOL SAMBUT PARAGUY
Terseok di babak awal merupakan pelecut bagi Spanyol. Sebagai juara Eropa 2008, Spanyol tidak ingin dipulangkan lebih awal oleh Portugal. Bermaterikan pemain kelas dunia, Spanyol bermain cepat dan cantik. Sentuhan satu dua yang diperagakan pemain Spanyol membuat Portugal dibikin kalang kabut. Christiano Ronaldo yang biasanya berperan besar menciptakan peluang bagi rekannya tidak dapat berbuat banyak karena dikawal ketat. Inilah repotnya jika pemain yang berlaga sudah saling kenal. Dengan dimatikannya Ronaldo otomatis suplai bola ke jantung pertahanan Spanyol tidak banyak. Keganasan Portugal kala melumatkan Korut 7-0 tidak nampak sama seklai.

Dan Spanyol dengan segudang pemain kelas dunia menusuk-nusuk jantung pertahanan Portugal dai berbagai arah. Walhasil, David Villa kembali menjadi pahlawan dengan menceploskan satu gol, 1-0 Spanyol memimpin. Di sisa waktu pertandingan kian seru. Matador-matador Spanyol itu membombardir dan tidak memberi peluang Portugal menyerang. Meski sesekali Portugal mencoba membongkar pertahanan Spanyol yang diakwal Carlos Puyol. Pertandingan menjurus mulai panas yang diselingi pelanggaran, yang salah satunya berbuah kartu merah yang diterima Ricardo Costa. Hingga usai, Spanyol tetap memimpin 1-0 dan akan menghadapi Paraguy dibabak perempat final.

SAMURAI BIRU KALAH TERHORMAT

Ketajaman Samurai Biru dimentahkan Paraguay. Perlawana heroik pemain Jepang bertahan dan menggempur Paraguy seperti kala menjinakkan Denmark teredam oleh pemain paraguy. Di awal pertandingan Paraguy nampak menguasai pertandingan. Memasuki babak pertama, Jepang mulai menunjukkan perlawanan. Pertandingan kian seru. Hingga usia babak kedua skor tetap kacamata 0-0. Dalam perpanjangan waktu pun skor masih tetap seri 0-0. Akhirnya diadakan adu penalti. Adalah Yuichi Komano yang tendangannya melebar, mengakibatkan Jepang tersingkir dan kalah 5-3 dari Paraguay. Dengan demikian wakil asia tidak ada yang lolos 8 besar. Namun melihat perjuangan dan hasil yang diperoleh jepang, kekalahan dari Paraguay ini tidak perlu disesali. Semoga saja kekalahan ini tidak membuat pemain Jepang melakukan harakiri. Jepang kalah terhormat

Selasa, 29 Juni 2010

BRAZIL UNGGULI CHILI, 3-0

Hingga babak pertama, Brazil unggul 2-0 atas Chili berkat gol Juan dan Luis Fabioano. Sama-sama mewakili Amerika Selatan dan sudah berhadapan di fase penyisihan Zona, Chili sebenarnya mampu memberi perlawanan sengit. Menghadapi Brazil bertabur bintang yang malang melintang di Eropa dan di Brazil sendiri, pemain Chili kewalahan meladeni serangan demi serangan.
Kebuntuan pecah tatkala sepak pojok Brazil berhasil di heding Juan. Brazil unggul 1-0. Pertandingan terus berlanjut, lewat sontekan satu dua ala Samba, Kaka mengumpan bola kepada Luis Fabiano yang lepas dari Jebakan Offside. Dan gol kedua pun tercipta. Brazil unggul 2-0 atas Chili.
Memasuki babak kedua, chili mencoba bangki. Tetapi Brazil tidak kalah cerdik. Tarian samba mengoyak-ngoyak jantung pertahanan Chili. Walhasil Lewat Robinho, akhirnya Brazil melengkapi kemenangan 3-0 atas Chili. Dibabak delapan besar, Brazil di tunggu Belanda.

BELANDA HENTIKAN LAJU SLOVAKIA

Dua gol Robben dan Sneidjer menghentikan debutan Slovakia. Slovakia pun dihibur oleh gol Viettek yang dicipta lewat penalti yang membuat Robert Vittek untuk sementara memimpin top skor. Bermain menyerang sejak awal, Belanda kelihatan ingin sekali segera mewujudkan mimpi jadi juara dunia. Robben yang turun sejak awal ingin melampiaskan hasrtatnya dan menunjukkan kelas serta perannya di tim Belanda. Pemaian Bayern Munchen inipun langsung membuktikannya dengan mencetak gol.

Permainan Total Football yang menjadi trade mark negeri kincir angin ingi ditunjukkan pada dunia, bahwa sistem ini efektif dan menghibur. Pertahanan paing baik dan sepakbola adalah menyerang, bukan bertahan.
Meski sudah unggul Belanda tidak ingin bertahan dan terus tamoil impresif. Meski gagal menambha gol pada babak pertama, akhirnya Sneidjer menambah keunggulan mejelang babak kedua berakhir. Slovakia akhirnya membalas lewat Vitrek di masa injury time. Skor berakhir 2-1 untuk Belanda.
Dan Belanda menunggu pemenang Brazil vs Chili.

Senin, 28 Juni 2010

ARGENTINA HEMPASKAN MEXICO

Akhirnya Argentina bertemu Jerman di babak 8 besar. Dua gol Carlos Tevez dan 1 gol Higuian membuat Argentina unggul 3-1 melawan Mexico. Pertandingan 2 tim dari Amerika ini seperti diperkirakan pengamat berlangsung apik. Tarian bola cantil diperagakan pemain-pemain mereka.
Dan tentu kerjasama dan pengalaman menjadi kunci keberhasilan tim. Dengan pemain-pemain yang berlaga di liga Eropa dan Amerika, Argentina mempunai pemain yang kelasnya di atas pemain Mexico. Messi yang digadang-gadang mencetak banyak gol memang belum membuktikannnya. Tetapi berkat Messi, assist-assistnya berhasil dimanfaatkan rekannya dan berbuah gol.
Yang jelas di babak perempat final mantan juara dunia dunia yang sudah saling mengalahkan ini akan beradu nasib. Siapa yang terbaik? Bertanding di tempat netral, kiranya semangat dan permaian lugas akan membuat tim yang lebih siap memenangkan pertandingan. Melihat posisi di setiap sector, kedua tim berimabang, Argentina sedikit lebih unggul. Bukan tidak mungkin pertandingan akan dilanjutkan adu penalti. Kalau adu penalti, kelihatannya Jerman akan lebih beruntung.

TIGA SINGA DILIBAS PANZER

Inggris tak lagi jaya. Bertabur pemain bintang bak selbritis, penampilan Inggris di world cup kali ini benar-benar mengecewakan. Mulai babak penyisihan grup, nasib Inggris baru ditentukan di penyisihan terahir. Rooney yang garang di liga lokal tidak menunjukkan ketajamannya. Naluri mencetak gol dan semangat laksana singa yang siap mencekeram mansa tidak nampak.

Menghadapi Jerman yang tampil stabil meski sempat kalah, Inggris benar-benar tak berkutik. Pertandingan berlangsung seru. Pertahanan Inggris yang biasanya sulit ditembus, kali ini bobol oleh kekuatan panzer-panzer Jerman. Jermanpun membobol 2 gol di baka pertama. Sempat memperkecil ketertinggalan, Inggris sempat kecewa, gara-gara tembakan Lampard yang jatuh di belakang garis gawang tidak disahkan oleh wasit. Mungkin saking kencangnya tembakan, pantulan bola yang melwati gawang tidak terlihat dan bola berhasil diselamatkan penjaga gawang.

Memasuki babak kedua, Jerman semakin kesetanan. Dua gol kembali dilesakkan ke gawang Inggris. Untuk kesekian kalinya Jerman membuktikan lebih jaya dibandin Inggris di pertandingan kelas dunia. Three Lions pun dilibas Panzer tanpa ampun.

Keraguan banyak pihak terhadap kelemahan pemain di bawah mistar gawang terbukti. Di sektor inilah Inggris menjadi bulan-bulan. Sejak Green melakukan blunder, orang sudah mengira Inggris pasti keok. Tidak perlu berharap adu penalti, di pertandingan 90 menit, penjaga gawang merupakan titik terlemah.
Dengan kekalahan 1-4 atas jerman ini, Capello siap menerima nasib, Di PHK!!

Minggu, 27 Juni 2010

HITAM KALAHKAN PUTIH

Ghana berhasil membuyarkan impian Amerika Serikat untuk lolos ke perempat final. Meski Donovan sempat menyamakan kedudukan lewat penalti dan memaksa perpanjangan waktu, akhirnya Ghana memecah kebuntuan dan mencipta gol di awal perpanjangan waktu pertama oleh Asamoah Gyan. Setelah gol itu tercipta pertandingan semakin seru. Kedua tim silih berganti menyerang. Amerika yang sering memperoleh keberuntungan di menit-menit akhir, mencoba menggedor pertahanan Ghana.

Namun Ghana yang menjadi satu-satu negara Afrika yang lolos tidak tinggal diam. Semangat tinggi dan permainan lugas diperagakan. Pertandingan yang mirip menggambarkan permainan dua warna, hitam putih ini menarik ditonton. Ghana kelihatan ingin menghapus anggapan, bahwa orang kulit hitam sering kalah oleh orang kulit putih.

Hingga akhir babak perpanjangan akhirnya Ghana mampu mempertahankan keunggulanya 2-1. Ghana lolos perempat final, dan akan mengahadapai Uruguay. Menghadapai Uruguay, bukan tidak mungkin Ghana akan membuat kejutan. Sekali lagi semangat Afrika dan nasionalisme para pemain hitam diyakini akan menjadi motivasi tersendiri. Sejarah sepak bola Uruguay boleh lebih baik. Tetapi keinginan Ghana mencetak sejarah sebagai tim Afrika pertama yang masuk semifinal akan membangkitkan energi tersendiri. Akankah yang hitam akan mengalahkan putih lagi?

URUGUAY LUMAT GINSENG

Perjuangan Korsel di piala dunia tamat. Dua gol Luas Suarez menyingkirkannya dari ajang sepak bola dunia di Afsel ini. Semangat pantang menyerah yang diperagakan anak-anak Korsel dimentahkan dengan permainan taktis dan cantik ala sepakbola Amerika Latin. Uruguay yang dipandegani striker Diego Forlan mendapat perlawanan seru. Pertandinganpun banyak dihujani kartu kuning. Menunjukkan serunya pertandingan ini. Senpat menyamakan kedududkan, menjelang babak kedua berakhir, Korsel kebobolan dan menyerah 1-2. Kali ini energi Ginseng termakan tarian Amerika Latin.

Sabtu, 26 Juni 2010

MATADOR NGAMUK

SPANYOL GASAK CHILI 2-1
Nasib Spanyol tidak tragis seperti Prancis atau Italia. Sebagai juara Eropa 2008 Spanyol menunjukkan kehebatannya. Misi wajib menang ini dlaksanakan dengan apik oleh pemain Spanyol. Tampil menyerang sepanjang pertandingan akhirnya Spanyol berhasil menyrangkan dua gol. Chili sempat membalas dengan satu gol. Meski Kalah Chili tetap lolos 16 besar dan harus menghadapi Brazil yang dikesempatan lain bermaian imbang 0-0 dengan Portugal. Chili mendapat keberuntungan, karena Swiss yang secara mengejutkan menaklukkan Spanyol di laga pertama hanya bermain imbang 0-0 denga Honduras.

Dengan demikian Portugal kebagian menghadapi Spanyol.
Laga babak 16 ini dipastikan akan berlangsung seru. Brazil dan chili yang satu zona waktu babak penyisihan piala dunia pasti sudah tahu kemampuan dan karakter bermain lawannya. Begitu juga Spanyol vss Portugal. Dan ini akan menjadi salah satu partai yang seru. Kalau melihat sejarah, Brazil dan Spanyol pasti diunggulkan. Tetapi melihat kejutan-kejutan yang terjadi hingga babak penyisihan usai, bukan tidak mungkin tim kuda hitam yang lolos. Kita tunggu tanggal mainnya!

Jumat, 25 Juni 2010

JEPANG HANCURKAN DINAMIT

JePang mampu membuktikan diri sebagai tim yang layak diperhitungkan. Bersaing dengan tim kuat macam Belanda, Denmark dan Kamerun, Jepang benar-benar menjadi kuda hitam. Sejak secara mengejutkan mengalahkan Kamerun di laga awal, orang langsung melihat Jepang tidak dengan sebelah mata.

Sama-sama punya peluang lolos ke 16 Besar, Denmark dan Jepang bermain lepas. Semangat pasukan berani mati Jepang ini tidak mau menjadi tim pecundang. Kalah dalam ball possion, Jepang ternyata lebih baik mencari peluang. Berkat dua tendangan bebas di babak pertama, Jepang unggul..Bola Jebulani yang banyak di kritik pemain, ternyata membawa hoki bagi Jepang. Dan untuk kesekian kalinya kiper2 terpedaya oleh Jebulani.

Di babak Kedua Denmark mencoba bangkit. Sebagai negara yang pernah menjuarai Piala Eropa, negeri berjuluk dinamit ini mencoba bermain meledak-ledak. Sayang ledakannya tidak mampu merobohkan pemaian negeri matahari terbit ini. Meski sempat memasukkan satu gol , Denmark akhirnya kalah 1-3 dari Jepang. Dan Jepang akan menghadapi Paraguay yang bermain imbang 0-0 dengan Selandia baru.

ITALIA TERSINGKIR

Kejutan demi kejutan terjadi. Setelah Prancis angkat koper, Italia menyusul. Ini berarti dua finalis piala dunia 2006 gagal di babak penyisihan. Rekor bari world cup. Dua tim yang sering berkostum biru ini mungkin kena kutukan. Di benua hitam dilarang pakai kaos biru-biru. Malah pakai hitam-hitam yang biasanya dipai wasit bisa dapat holi. Lihat saja Jerman. Dalam pertandingan terakhir babak penyisihan grup yang sangat menentukan nasib mereka, dengan seragam hitam-hitam, Jerman menang. Justru ketika melwan tim yang orangnya asli hitam dan berseragam putih.

Keraguan banyak pihak dengan skuad Italia besutan Marcelllo Lippi terbukti. Disamping banyak dihuni pasukan tua, pemilihan pemain yang diberangkatkan tidak mendapat simpati publik Italia sendiri. Ini beralasan, karena sebelum laga di piala dunia, bongkar pasang yang dilakukan Lippi tidak membuahkan hasil memuaskan. Hasil uji coba menghasilkan kalu tidak seri ya kalah.

Di dua laga awal pun Italia selaliu kebobolan lebih dulu. Kalau akhirnya Italia tersingkir, ini memang sudah takdir. Sekaligus membuktikan, orang yang terlalu banyak makan asam garam bisa terbenam. Dengan kemenangan 3-2 ini Slowakia lolos ke babak 16 besar. Padahal sebelumnya Slowakia juru kunci. Dengan semangat pantang menyerah dan kolektifitas permainan mampu bangkit dan menang. Slowakia sebagai runner up akan menantang Belanda yang dalam pertandingan terakhir mengalahkan kamerun 2-1.