Tampilkan postingan dengan label GAGASAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GAGASAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Maret 2016

Satu menit tanpa asap



Gerakan sayang paru-paru
Paru-paru kita setiap hari dipaksa mengkonsumsi udara tidak sehat.  Kebiasaan merokok, industri tidak ramah lingkungan, serta asap kendaraan yang kian hari semakin bertambah, membuat kehidupan dan lingkungan udara penuh polutan. Tidak hanya efek rumah kaca yang  membuat iklim berubab,  kesehatan juga terancam. Penderita kanker dan paru-paru meningkat.
Meski hal ini tidak bisa dihindari, namun perlu usaha agar dampak buruk berkurang. Paru-paru kita harus disayang. Salah satunya mengurangi kegiatan yang menghasilkan asap. Sekali waktu dan secara periodik diadakan gerakan tanpa asap. Tidak melakukan atau mengurangi aktifitas yang menghasilkan asap. Satu menit, satu jam atau satu hari tanpa asap. Dengan gerakan ini udara lebih bersih dan paru-paru kita akan menghirup oksigen bersih polutan. Udara sehat tubercolosis minggat.

Selasa, 22 Maret 2016

Gerakan hemat air



            Air kini menjadi barang mahal mahal. Tidak hanya di kota, di desa saja untuk kebutuhan pertanian, para petani harus mengeluarkan kocek lebih dalam untuk menghidupi tanamnnya. Saat ini saja, alam sudah kritis air. Pada waktu hujan banjir di musim kemarau kekeringan.
Langkanya air bersih atau air permukaan, harus menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah. Jika tidak, suatu saat kita akan mengalami krisis air. Untuk itu perlu gerakan hemat air. Diantaranya dengan memasang slogan atau peringatan di tempat umum agar masyarakat hemat dalam pemakaian air. Menegakkan aturan pelarangan pembangunan di kawasan hutan sebagai konservasi air. Menyelamatkan air sungai dari polutan. Agar warga kota masih bisa menikmati penjernihan air sungai. Memberi aturan tegas bagi siapapun, agar tidak sebarangan menyedot air tanah. Serta tidak henti melakukan penanaman pohon di bukit gundul serta lahan tak berpohon.
.

Jumat, 16 Oktober 2015

Terapi flora fauna di tempat kerja



            Lingkungan kerja sangat berpengaruh terhadap produktivitas pekerjanya. Jika lingkungan tidak  mendukung, pekerja bisa mengalami kepenatan. Kepenatan timbul karena banyaknya beban kerja, hubungan antar pekerja/atasan kurang harmonis serta tidak adanya waktu dan sarana untuk refreshing di tempat kerja. Yang ada di sekitarnya hanya benda atau berkas menumpuk yang menuntut harus segera di selesaikan.
            Untuk menghilangkan kepenatan, para pekerja perlu terapi. Salah satunya dengan terapi flora/fauna. Caranya di dalam atau di luar ruang kerja dipelihara jenis flora/fauna yang disenangi karyawannya. Bisa burung, ikan hias, kucing, ataupun tanaman hias. Kepada setiap karyawan disarankan memelihara salah satu jenis flora/fauna kegemarannya. Pada saat istirahat atau ketika pekerja mulai merasa penat, diberi waktu beberapa saat untuk menikmati benda kegemarannya. Dengan menikmati flora/fauna kesayangannya akan menurunkan tekanan, menyegarkan perasaan dan membangkitkan semangat kerja. Yang penting keberadaan flora/fauna tersebut tidak mengganggu aktivitas kerja.

Jumat, 13 Februari 2015

UANG PARKIR di SEKOLAH UNTUK PENGEMBANGAN SISWA



            Saat ini tidak sedikit siswa ke sekolah mengendarai sepeda motor. Meski menurut aturan kebanyakan dari mereka belum mempunyai SIM karena faktor umur. Namun keadaan memaksanya. Tidak mencukupinya angkutan umum saat jam sekolah serta kesibukan orang tua menuntut siswa yang rumahnya jauh berangkat dengan sepeda motor. Meski  ada yang naik sepeda ontel.
            Tetapi masih ada permasalahan lain. Sekolah (utamanya SMP) tidak berani menampung parkir sepeda motor bagi anak yang belum punya SIM C. Kuatir disalahkan karena mengijinkan siswanya mengendarai sepeda motor tanpa SIM. Akibatnya, sepeda motor diparkir di tepi jalan atau di rumah penduduk dekat sekolah. Otomatis uang parkir dinikmati orang luar. Padahal uang parkir tersebut bila dikelola sekolah bisa untuk pengembangan fasilitas atau kegiatan siswa. Selain itu dengan parkir di sekolah keamanannya lebih terjamin. Kalau sekolah dilarang menarik pungutan karena sudah ada BOS, uang parkir tidak termasuk kategori ini. Uang parkir merupakan dana non bugeter dan gratifikasi dari siswa untuk almamaternya. Uang parkir juga tidak perlu SPJ rumit seperti BOS.
Sekolah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memberi toleransi terhadap siswa yang belum memiliki SIM C dan terpaksa bersepeda motor  ke sekolah. Asal tidak melanggar tata tertib berlalu lintas. Sedang di luar jam sekolah dan tidak memakai seragam sekolah ditilang..

Jumat, 14 November 2014

Pemasangan Lampu Indikator Rem Mobil



            Belakangan ini sering terjadi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan rem blong. Hal ini terjadi karena kurangnya pengecekan  rem sebelum berangkat dan tidak adanya indikator kondisi rem. Sopir baru menyadari ketika peristiwa sudah terjadi.
            Kecelakaan yang disebabkan rem blong bisa dihindari jika awak kendaraan rutin memeriksa komponen penting mobil, terutama rem. Untuk memudahkan pengecekan ada baiknya pada mobil dipasang lampu indikator kondisi kampas rem, minyak rem dan sistem pengereman. Jika kondisinya tidak laik jalan, lampu tanda kurang layaknya rem menyala. Dengan demikian pengendara mobil dapat segera memperbaikinya. Kecelakaanpun dapat dicegah lebih dini.


Selasa, 04 November 2014

Memfilmkan Tokoh Nasional



Setelah Cut Nya’ Dien, KH Achmad Dahlan, Tuanku Imam Bonjol, Habibie & Ainun difilmkan, belum banyak tokoh nasional yang diangkat ke layar lebar. Justru layar bioskop kita kebanjiran superhero dari luar, seperti James Bond, Ironman Spiderman, Superman, Batman dll. Dengan penyajian spektakuler, tokoh-tokoh luar tersebut menjadi idola yang mampu mempengaruhi gaya dan watak anak.  Anak-anak pun  lebih mengenal tokoh khayalan produk negeri orang dari pada superhero nyata, para pahlawan nasional. Nasionalisme generasi muda tergerus.
            Salah satu solusi menanamkan nasionalisme lewat seni adalah memfilmkan tokoh nasional. Baik para pahlawan, tokoh nasional atau perjuangan hidup seseorang yang bisa menginspirasi ataupun memotivasi. Agar menarik kawula muda menonton, penyajian cerita dan penggunan teknologi harus dibuat sensasional tanpa mengurangi arti sejarah. Sehingga tokoh nasional mampu menjadi panutan dan idola anak. Film tokoh nasional tersebut setelah tayang di bioskop nantinya diputar gratis di sekolah sebagai salah satu tugas siswa pada pelajaran PPKn.  Dengan pembuatan film tokoh nasional berkualitas, perfilman kita tidak lagi kering pendidikan.