Selasa, 26 November 2019

GURU ITU MANUSIA


Guru itu tak lekang oleh waktu. Ia punya CPU yang bersinergi dengan kalbu. Walau jaman, teknologi berpacu mengejar waktu, ia tak tergantikan. Asal sang guru mau mengembangkan diri, memanfaatkan segala potensi tanpa jemu. Kalaulah hari ini bersusah payah, kelak Tuhan pasti kan memberi sesuatu. Tanpa dipinta, apalagi merengek-rengek seperti bayi minyak mik cucu..
.
Alhamdulillah, hari ini, bertepatan peringatan hari guru, diriku dan rekan kerjaku, pak Yudi, diberi tablet tambah darah. Begitu murid-muridku. Sebuah apresiasi tuk memerdekan belajar, demi masa depan bangsaku.
.

Belajar itu investasi jangka panjang, bukan sim salabim, seperti membuat putu ayu. Nikmat dan cepat dirasakan, tetapi lekas basi bin mambu bila tak segera disantap karena tak bernafsu. Merubah sesuatu harus dipikirkan dengan cermat, jangan grusa-grusu. Belajar bukan ajang perjudian buah dadu. Kalau nggak menang, ya bisa kalah membawa malu. Pendidikan itu butuh kedewasaan, bukan ajang suka-suka mirip ABG yang maunya instan. Lha nanti kalau kelak kena kanker, terus menyesal menyalahkan masa lalu? Terus yang lain bertanya, gimana ini para suhu???
#hgn2019
#hariguru

Minggu, 28 Juli 2019


Kebersamaan dalam bekerja itu meringankan beban. Ojo meri karo liyan. Nanti dirimu kan merasa kesakitan. Pekerjaan tak terselesaikan. Nikmati saja dan saling mengingatkan. Jangan saling menyalahkan. Yang berat anggap saja ringan. Jadikan olah tubuh sebagai hiburan. Jangan lupa sarapan...

Senin, 22 Juli 2019

Tumbang



Yang perkasa tak selamanya jaya. Ia fana, tak berguna, kadang juga berbahaya. Walau di masa lalu ia melindungi kita. Memberi manfaat dari buahnya. Menebarkan kesejukan dari lambaian dedaunannya. Menyebarkan oksigen dari pernapasannya. Tapi terpaksa, suatu saat ia harus ditumbangkannya. Daripada membuat celaka yang ada di dekatnya. Minimal bisa buat olahraga di Minggu ceria.

Kamis, 27 Juni 2019

TUKANG LEDENG DADAKAN


Air mengalir sampai jaaauuh...
Akhirnya ke laut...
Itu kata P Gesang, lhooo.
Lha kalau airnya tersumbat, gimana? Macet dung. Jangankan ke laut, buat kumur saja nggak basah, apalagi buat keramas. Ngalirnya ya cuma itir-itir. Kan cuma sedikit. Kalau banyak: otor-otor.
Mau airnya terus mengalir, ya sumbatan itu harus dibersihkan. Dikolok-kolok, biar geli. Kalau bandel, dibaypas saja. Wong sumbatan itu awalnya cuma kotoran kecil. Karena dibiarkan, ia mengendap. Lambat laun menyumbat. Akhirnya kita kerepotan dibuatnya.
Makanya, sebelum sumbatan itu berkembang, membandel menjadi kerak, sejak dini disikat saja. Kalau sulit dibersihkan, sekalian dipotong, lalu dibuang. Jangan lupa, setelah dipotong disambung lagi. Biar airnya tidak putus nyambung putus nyambung, seperti lagu. Gitu aja kok repot....

Rabu, 10 April 2019

MENDAPAT REJEKI DENGAN BERBAGI


Memberi itu tidak akan mengurangi. Berbagi itu kan menambah rejeki. Termasuk juga menambah relasi, bak famili. Kalau ilmu yang kita miliki hanya buat sendiri, ia kan hilang dibawa mati. Tetapi bila ilmu kita semai, ia kan menjadi amal jariyah, bisa buat bekal dalam perjalanan abadi. Indahnya bersilaturahim dengan guru-guru matematika SMK kab Madiun yang lagi gandrung dengan KTI.

Senin, 08 April 2019

MENAMBAL MENDUNG


Di atas langit ada langit. Lha di atas genteng? Ada aku berjalan pakai sandal jepit. Merayap pelan sambil jalan berjinjit. Mengamati sisi-sisi genteng yang saling menjepit. Saling berkait. Harus hati-hati agar kaki tidak terjepit. Kan sakit? Masa aku menjerit?

Kuamati genteng satu persatu. Adakah lubang yang kala hujan mengganggu. Teteskan air di atas lantai tanpa beludru. Membuat lantai licin, kotor ternoda debu. Bila ketemu, kan kutambal dengan semen berwarna abu-abu. Berharap air tak merembes ke kayu. Lalu turun ke lantai rumahku

Andai aku mampu, bukan genteng yang kubuntu. Aku ingin menambal mendung yang ada di atas kepalaku. Biar air tidak turun mengganggu. Saat aku menjemur baju di hari Minggu. Sayang, letak mendung terlalu tinggi diraih dengan tanganku. Aku tak punya sayap tuk terbang ke langit biru. Menambal mendung, jelas aku tak mampu.

Jumat, 05 April 2019

ZONK


Masalah jangan dicari, bertemu masalah jangan lari. Carilah sahabat sebanyak mungkin, agar dirimu mudah mendapat bantuan kala dirimu dalam kesulitan. Jangan mudah menyerah sebelum dirimu berusaha dengan segenap sumber daya yang engkau punya. Menyerah pasrah sebelum berupaya pertanda dirimu manusia tiada guna. Untuk apa dirimu hidup? Gunakan otakmu untuk berpikir, bukan melipir. Lari dari tanggung jawab, lempar handuk lantas berharap belas kasihan. Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang sebelum orang itu mau berusaha. Jika kau sia-siakan karunia yang ada dalam hidupmu, kau bagai raga berjalan tanpa jiwa. Mirip zombie tak dapat mangsa. Keberadaanmu ZONK, ada tetapi tiada.