Senin, 11 Juli 2016

MOS Santun dan Berkarakter



Senin (18/7) lusa tahun ajaran baru 2016/2017 dimulai bersamaan Masa Orientasi Siswa (MOS). Belajar dari MOS tahun-tahun sebelumnya yang masih ada unsur perploncoan, hal ini jangan terulang lagi. Disamping tidak mendidik, menimbulkan dendam juga dapat jatuh korban. Kegiatan MOS sebaiknya diarahkan pada pendidikan karakter. Mengajarkan kepada siswa baru menjalin komunikasi positif dengan seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar. Membentuk jiwa disiplin, sopan santun, menghormati, menghargai, berjiwa sosial dan belajar hidup bersama dalam perbedaan. Diantaranya mengenal guru lebih dekat, bhakti sosial atau  menyantuni fakir miskin/yatim piatu. Mendatangkan psikolog, motivator serta pihak-pihak yang berkompeten untuk perkembangan anak. Seperti dari kepolisian, Badan Anti Narkoba, penyuluh kesehatan dsb.
Dalam pelaksanaan, pengurus OSIS dilibatkan dengan pendampingan guru secara optimal agar tidak terjadi tindakan negatif.  Memposisikan kakak kelas sebagai fasilitator untuk menghilangkan senioritas antar adik dan kakak kelas. Sehingga MOS bukan lagi sesuatu yang menakutkan. Siswa baru serasa masuk  ke dalam  keluarga sendiri dan siap mengikuti pembelajaraan

Rabu, 06 Juli 2016

GALANG DANA DI HALAL BIHALAL



Hari-hari ini umat Islam Indonesia melakukan ritual halal bihalal, budaya khas  Indonesia. Disamping melakukan kegiatan rutin bersilaturahim dengan tetangga, kolega atau pimpinan, halal bihalal banyak dikemas dalam bentuk halal bihalal bersama atau reuni.
Sudah barang acara seperti ini dihadiri orang-orang yang sudah berhasil. Acaranyapun banyak dibalut dengan acara makan-makan. Tentunya ini tidak menggambarkan hasil puasa Ramadan. Halal bihalal bukan ajang balas dendam dengan pesta pora. Hari kemenangan merupakan introspeksi diri untuk memperbaiki kulaitas rohani.
Agar acara ini lebih bermanfaat, ada baiknya dilaksanakan secara sederhana. Dirayakan juga bersama-sama dengan kaum duafa. Diselipi penggalangan dana. Dana yang terkumpul disumbangkan kepada mereka yang kekurangan. Bagi yang berhasil, dapat mengajak rekan atau masyarakat sekitar yang belum mendapat pekerjaan dengan merekut atau menciptakan lapangan pekerjaan baru di daerah asalnya. Dengan demikian halal bihalal dan reuni tidak saja dapat merajut hati yang rindu, tetapi juga mampu memberi kesejukan kepada  mereka tidak mampu.

Selasa, 05 Juli 2016

Angkutan lebaran khusus lansia, balita dan ibu menyusui



Angkutan umum masih menjadi alat transporatsi favorit masyarakat. Harga yang terjangkau menjadi alasan, mengesampingkan kenyamanan dan keselamatan. Meski sudah ada pelayanan istimewa seperti gerbong khusus perempuan, hal itu belum cukup. Utamanya bagi lansia (lanjut usia), balita, dan ibu menyusui.
Untuk itu pelayanan angkutan khusus perlu ditambah bagi lansia, balita beserta orang tuanya, dan ibu menyusui. Tidak hanya berupa gerbong kereta api, tetapi juga menyediakan bus khusus bagi mereka. Balita yang berkumpul dengan sebayanya merasa seperti di play group. Bayi bisa minum ASI sepuasnya, lansia terjaga keselamatanya. Penumpang lain pun bisa menikmati perjalanan.

Minggu, 03 Juli 2016

1 Rupiah selluler buat amal



            Pesatnya teknologi komunikasi telah mengubah model budaya silaturrahim. Ucapan selamat cukup  melalui telpon selluler. Pemakainya tak lagi terlalu memperhitungkan biaya. Karena melalui telepon genggam lebih hemat dibanding berkirim surat apalgi bertemu muka. Tentu saja penyedia layanan telekomunikasi banyak meraup untung. Terutama di bulan suci Ramadan dan Idul Fitri.
            Berbagai promo pun dilakukan untuk  memanjakan pelanggan. Mulai paket gratis, paket hemat, berbagai bonus dan kemudahan lain. Namun semua itu kebanyakan bagi pengguna produknya. Sedang bagi masyarakat awam belum.
Perlu ada tambahan layanan bersifat sosial. Salah satunya dengan menyisihkan keuntungan untuk amal. Misalnya 1 rupiah penggunaan sms atau panggilan selama Ramadan dan Idul Fitri diperuntukkan bagi kaum dhuafa. Ini sebagai bentuk empati perusahaan telekomunikasi terhadap kaum miskin. Dengan kemajuan teknologi, diharapkan hasil penyisihan 1 rupiah ini sebagian besar segera diberikan kepada yang berhak sebelum hari raya. Supaya mereka bisa ikut merayakannya. Sedang sisanya setelah hari raya. Agar lebih bermanfaat, bantuan diberikan dalam bentuk modal kerja.
           

Sabtu, 02 Juli 2016

KANCIL BUKAN PENCURI MENTIMUN

Saat kecil hingga kini, kita sering mendengarkan lagu si kancil.
Si Kancil anak nakal
suka mencuri mentimun.
Ayo lekas dikurung
jangan diberi ampun

Rasanya lagu ini tidak adil. Fitnah! tanpa ada proses hukum jelas. Tidak ada saksi dan bukti kuat, langsung kena vonis. Makanya kalau kemudian anak-anak kecil nakal jangan salahkan mereka. Yang salah yang mengajarkan lagu kancil anak nakal.
Akibatnya, si kancil berang dan pergi ke Malaysia menjadi kancil yang bijak yang difilmkan : pada jaman dagulu kala.
Nahkah benarkah kancil itu mencuri mentimun. lengkapnya bisa lihat kisahnya di :
https://www.facebook.com/GuruMenulis2016?pnref=story

Jumat, 01 Juli 2016

MERAIH FITRI



Tubuh ini bukan benda suci
Bernoda salah  berlumur dosa
Yang tak siap menghadap Ilahi
Kala malaikat menjemput sukma

Kesombongan keangkuhan tak lagi berguna
Segudang permata tak akan dibawa
Keliang lahat tuju pintu utama
Hantar badan ke alam baka

Lihatlah tanda-tanda di sekelilingmu
Bercerminlah lihat hatimu
Akhir jaman tunggu tiupan sangkakala
Ketika taubat tak lagi berguna

Sadarlah manusia di sisa waktu
Sebelum ajal datang menjemputmu
Di bulan yang suci
Ulurkan tangan ke sesama insani
Haturkan maaf dan kekhilafan diri
Saling bermaafan di hari Fitri