Minggu, 26 Juni 2016

Terjebak teralis

Teralis itu fungsinya pengaman, bukan tempat mainan. Kalau tdk hati-hati tubuh bisa terjebak. Masuk bisa, keluar susah. Untung bisa dengan kesakitan masih mending, drpada harus panggil tukang las.

Sabtu, 25 Juni 2016

ZAKAT TUNJANGAN SERTIFIKASI GURU



            Bulan Ramadan ini bulan penuh berkah bagi guru yang sudah menggenggam sertifikat guru profesional. Menjelang hari raya ini mereka menerima rapel TPP (Tunjangan Profesi Pendidik). Lumayan, buat lebaran. Begitu rata-rata kalimat yang muncul dari penerima TPP. Sementara guru lainnya banyak yang belum mengikuti sertifikasi dan tidak menerima THR.
Namun demikian para penerima rapel TPP seyogyanya menyadari hakekat pemberian TPP tersebut. Yaitu untuk meningkatkan profesionalisme guru. Sementara saat ini masih banyak guru penerima TPP belum memanfaatkan TPP sesuai tujuannya. Malahan ada yang cenderung kinerjanya menurun dan TPP-nya digunakan untuk hal bersifat konsumtif.
            Diharapkan dengan diterimakannya TPP di bulan Ramadan, hal ini mengingatkan kembali para guru untuk menggunakan TPP di rel yang benar. Setelah menerima TPP para guru harus semakin profesional dan meningkat kinerjannya. Jangan lupa membayar zakat. Untuk membersihkan rejeki dari kekhilafan guru ketika bekerja.  Zakat TPP ini ada baiknya disalurkan kepada siswa miskin di sekolah guru tempat  guru bekerja. Dengan demikian TPP ini bermanfaat ganda, baik bagi guru maupun dan orang lain. Sehingga  rejeki TPP ini lebih berbarokah.

Jumat, 24 Juni 2016

Stop tayangan hiburan di jam taraweh



Ramadan tidak hanya menggiring kaum muslimin meningkatkan ibadahnya. Bulan suci ini juga menjadi magnet untuk meraup untung. Berbagai stasiun televisi berlomba menayangkan acara bertema religi. Mulai siraman rohani, talk show, kuis interaktif, sinetron dan sebagainya. Jam tayangnya mulai dini hari hingga larut malam.
Tontonan seperti ini sebenarnya cukup baik. Selain sebagai hiburan, muatan materinya bisa sebagai media dakwah.Hanya sayang, jam tayangnya kurang tepat. Terutama penayanan hiburan pada saat jam taraweh. Sinetron, film, musik/komedi misalnya. Apalagi sinetron tersebut sudah ditayangkan sebelum Ramadan tiba. Di kemas memeriahkan Ramadan, tayangan ini mampu memikat pemirsa sebagai jamaah fanatiknya. Begitu Ramadan tiba, para jamaah ini tidak mau ketinggalan cerita. Mengalahkan semangat beribadah sholat taraweh dan tadarus.
Untuk itu perlu himbauan kepada stasiun televisi agar penayangan hiburan, terutama sinetron tidak pada jam-jam kaum muslimin menunaikan sholat taraweh. Antara pukul 19.00 – 21.00 tidak diperkenankan menayangkan paket hiburan. Agar sholat tarawehnya  lebih khusuk. Pengusaha tidak terkesan melakukan komerdialisasi  ibadah demi keuntungan semata.

Selasa, 21 Juni 2016

Jemput Bola Fidyah



Kaum muslim mempunyai potensi tinggi untuk mengangkat kemakmuran umat lewat pembayaran zakat. Badan Amil, Zakat, Infak dan Sodaqoh (BAZIS) berperan penting dalam pengumpulan, mengelola dan menyalurkannya  kepada yang berhak. Namun masih ada potensi yang belum dioptimalkan, yaitu fidyah.
Fidyah sebagai bentuk pembayaran denda bagi umat Islam yang tidak bisa  menjalankan puasa Ramadan karena keadaan tertentu (seperti ibu hamil, menyusui,lanjut usia atau sakit yang tidak memungkinkan berpuasa) belum terkoordinir. Selama ini fidyah kebanyakan dibayar perorangan. Bahkan mungkin tidak dibayar oleh yang berkewajiban, karena tiadanya pengawasan.
Oleh karena itu, pembayaran fidyah perlu dilakukan dengan sistem jemput bola. Petugas dari Bazis mendata orang yang berkewajiban membayar fidyah, mengambil serta mengelolanya. Fidyah yang terkumpul baik berupa bahan makanan pokok atau uang dikelola bersama-sama dengan zahat, infak dan sodaqoh.

Minggu, 19 Juni 2016

LIBURAN CARI DUIT, KENAPA TIDAK?


            Apa acara anak-anak  liburan usia kenaikan kelas? Barangkali jauh hari sudah direncanakan.  Setelah otak diperas, mau refreshing. Rekreasi, kemah, out bound, berpetualang ala Si Bolang atau menaklukkan alam. Kegiatan mengasyikkan tapi juga tidak sedikit uang yang dikeluarkan.  Buat yang ortunya berkecukupan nggak jadi masalah. Yang lain? Dalam situasi krisis ekonomi, banyak orang tua pusing tujuh keliling. Tidak hanya memikirkan kebutuhan sekolah. Tetapi untuk hidup sehari-hari saja kadang harus puter otak. Malah bulan depan tahun ajaran baru. 
            Adik-adik kalian yang mau masuk sekolah pasti butuh biaya tidak sedikit. Untuk itu jika punya rencana kegiatan, minta ijin serta konsultasikan dengan guru dan orang tua. Jangan menganggap sudah merasa besar, seenaknya sendiri mengadakan kegiatan.  Meski itu positif, tapi kalau terlalu memberatkan orang tua, kasihan kan ortu kita? Apalagi menyangkut dana.
            Untuk itu pertimbangkan masak-masak. Sudah terlintaskah di angan-angan membuat kegiatan yang menghasilkan uang.  Yach… liburan sambil refreshing bisa dapat vulus dan terpenting cari pengalaman. Di sekolah, kalian sudah diajarkan apa itu life skills.  Inilah moment tepat untuk mempraktekkannya.
            Belajar bekerja, bekerja sambil belajar.  Motto yang bisa kalian pakai. Apa kira-kira yang dapat dilakukan dan apa modalnya?  Untuk menghasilkan uang tidak selalu perlu modal besar. Modal utamanya adalah kemauan, semangat tinggi dan tidak gengsi. Jangan jaim Kalian yang di SMK tidak perlu menunggu Program Sistem Ganda (PSG). Ikut bengkel, kerja di bangunan, jaga toko, kerja di rumah makan atau kaki lima pun bisa dicoba.  Tidak masalah. Ikut kerja orang kadang menjadikan kalian seperti orang suruhan. Selalu diperintah.  Sekali-kali kalian bisa merasakan beratnya orang cari duit.
            Tapi kalau kalian kreatif, belajarlah jadi seorang entrepreneurs. Belajar menciptakan usaha. Seorang entrepreneurs harus pandai menangkap peluang dan tidak takut gagal.  Berani bersaing dan berbuat sesuatu yang baru, inovativ. Waktu liburan bersamaan dengan penerimaan murid baru kan?. Nah, manfaatkan moment ini dengan berjualan makanan, minuman atau apa pun. Jika di dekat kalian ada acara rame-rame kayak pasar malam, cobalah ikut-ikutan dagang.  Makanan, minuman, mainan, assesoris kawula muda atau apa saja yang menurut kamu gampang menjualnya. Apalagi waktu pameran pendidikan lalu, banyak produk hasil kreatifitas anak-anak sekolah bikin decak kagum banyak orang. Kenapa tidak dikembangkan dan dijual sendiri?
            Di lingkungan kalian ada industri rumah tangga? Cobalah ikut kerja. Suatu saat mungkin tertarik menggelutinya.  Besar asalnya dari kecil. Tidak ada diantara kalian yang bercita-cita hidup susah.  Ingin hidup enak! Belajar dan cari pengalaman mulai sekarang. Be creative!

Rabu, 15 Juni 2016

Berpakaian Muslim selama Ramadan

            Selalu ada nuansa berbeda selama Ramadan. Mulai ibadah, jam kerja, makanan, pakaian dan berbagai pernak-pernik Ramadan. Suatu keadaan yang membuat roda kehidupan sedikit berubah. Sekolah, intansi pemerintah dan swasta menyambut Ramadan dengan berbagai kegiatan. Utamanya terkait peribadatan. Semangat beribadah ini diharapkan membawa efek positif. Tidak hanya pada diri yang puasa, tetapi juga bermanfaat bagi orang lain dan lingkungannya.
Ada satu hal yang bisa dilakukan untuk mendukung Ramadan, yaitu dengan berpakaian muslim. Dengan berpakaian seperti ini akan mempengaruhi jiwa seseorang. Minimal dengan berpakaian muslim akan menutup aurat. Selain itu juga mencegah orang berpuasa kehilangan pahala puasanya.
Seperti halnya berpakaian batik pada pekan swadesi, dalam Ramadan ini kaum muslim di sekolah, instansi pemerintah dan swasta dianjurkan berpakaian muslim. Sedang bagi non muslim (utamanya wanita) dianjurkan berpakaian panjang. Ini juga sebagai wujud sikap toleransi antar umat beragama. Sehingga Ramadan akan terlihat semakin indah. Bagi yang puasa bertambah khusuk menjalankan ibadahnya.