Senin, 20 Oktober 2014

Hari SANTRI NASIONAL Pertama tgl 25 Oktober 2014?



Minggu depan sudah memasuki bulan Muharam ( 1 Muharam tgl 25 Oktober). Sebagai sebuah momen pergantian waktu, tahun baru tahun ini juga menjadi tahun pertama presiden baru JOKOWI-JK memulai pemerintahan baru. Saat kampanye pilpres, Jokowi-JK berwacana akan menjadikan 1 Muharram menjadi hari SANTRI NASIONAL. Meski saat itu banyak yang menentang.
Pertentangan itu ada benarnya. Bahwa 1 Muharram  merupakan pergantian tahun yang secara rutin akan berlangsung terus-menerus. Pada 1 Muharram tentunya seluruh umat muslim sedunia akan memperingatinya. Memperingati bukan dalam bentuk pesta pora. Peringatan yang perlu diisi dalam bentuk ibadah, baik hablum minalloh atau minannas.
Sedangkan Santri,identik dengan anak muda yang  mencari ilmu di lingkungan pondok pesantren. Dengan diperingati atau tidak, anak-anak pondok tetap harus belajar. Kalau tanggal 1 Muahrram menjadi hari santri nasional, jangan-jangan para santri juga akan menuntut ada libur khusus dan menuntut lebih. Jadi sebenarnya, hari santri tidak perlu ditetapkan sebagai  hari besar nasional.Kalaulah pada waktu itu hanya untuk menggali suara, tak apalah. Biarlah para santri beserta ustad dan kiainaya tetap menjalankan kegiatan rutin mencari ilmu.

Minggu, 19 Oktober 2014

Majalah Ilmiah Khusus Guru



            Membuat karya tulis saja masih sulit, apalagi mempubikasikan. Mungkin kalimat itulah yang ada di benak para guru saat ini. Kewajiban mempublikasikan hasil penelitian atau membuat artikel ilmiah populer tentang pendidikan/pembelajaran menjadi beban tersendiri bagi guru yang berkeinginan naik pangkat. Kurangnya kemampuan menulis guru dan media publikasi yang mengkhususkan untuk tulisan guru membuat semakin  kecil nyali guru untuk meningkatkan karier profesionalnya. Dan memang tidak mudah agar tulisan guru dimuat di media cetak.
            Sulitnya menembus jurnal/majalah pendidikan yang sudah ada harusnya menjadi tanatangan bagi guru untuk membangun kebersamaan. Membuat majalah ilmiah khusus guru. Dengan memiliki majalah sendiri peluang untuk terbit lebih besar. Staf redaksi diisi oleh guru yang kompeten di bidangnya dan telah dididik jurnalistik.
            Untuk menjaga keberlangsungan penerbitan, para guru  satu rumpun mata pelajaran atau guru dalam satu wilayah diwajibkan membeli. Ini sebagai bentuk kewajiban pemanfaatan 10% tunjangan profesi pendidik untuk pengembangan diri guru. Dengan adanya majalah ilmiah khusus guru juga akan merangsang  kreatifitas guru untuk menulis dan berinovasi.

Sabtu, 18 Oktober 2014

PEJABAT PUBLIK BUKA KANTOR DI RUMAH



Pelayanan administrasi untuk publik cermin pemerintahan. Sering masyarakat keluhkan, pengurusan administrasi tidak lancar disebabkan tidak beradanya pejabat publik terkait di tempat.  Karena raker, kunker, menerima tamu penting, mendampingi pimpinan, ikut safari politik sebagai tim sukses  dsb. Saking sibuknya, penandatanganan surat-surat untuk masyarakat tertunda. Akibatnya, masyarakat yang ingin mendapat legalisasi sering harus bolak-balik menunggu keberadaan pejabat publik tersebut. Apalagi pejabat publik tersebut kadang tidak mau melayani keperluan kedinasan di luar jam kerja. Berdalih kegiatan kedinasan di kantor, sedang di rumah hanya untuk keperluan pribadi.
Seyogyanya para pejabat publik lebih bijaksana. Mau melayani masyarakat di luar jam kerja dengan membuka kantor di rumah. Menyisihkan beberapa jam untuk menyelesaikan pekerjaan kantor terutama menyangkut hajat hidup orang banyak, 1-2 jam saja. Pejabat menyediakan kurir yang siap antar dan ambil berkas di kantor/rumah. Agar masyarakat merasa terlayani dengan baik dan tidak dirugikan. .



Kamis, 16 Oktober 2014

Pasang Foto Idola di Kelas



Keberhasilan anak memang tidak mutlak dari peringkat kelas. Sekolah merupakan wadah untuk menyiapkan bekal dan membangun mimpi anak. Bekal diperoleh dengan memberikan materi pelajaran dan ketrampilan. Nilai dipakai untuk indikator keberhasilan anak belajar, peringkat sebagai rewardsnya.
Nah, membangun mimpi itu perlu kiat. Salah satunya dengan mengajak anak-anak memasang foto idolanya di kelas sebagai inspirasi dan motivasi belajar. Karena biasanya anak-anak menempel foto idolanya di rumah (kamar), otomatis mereka berkeinginan mengikuti jejak dan mengambil spirit idolanya. Foto-foto idola dipasang pada dinding dalam atau luar kelas berbaur dengan foto-foto tokoh nasional ataupun gambar penunjang pelajaran. Ketika terlihat anak-anak malas belajar, guru menyuruh siswa untuk melihat foto idolanya agar bersemangat lagi.

Senin, 13 Oktober 2014

FINALIS INOBEL 2014

FINAL  INOBEL 2014 bagi guru SMP akan dilaksanakan tanggal 20-24 Oktober 2014. Selamat bagi finalis.
berikut daftar 99 finalis INOBEL 2014 Silakan KLIK Finalis INOBEL 2014

Minggu, 12 Oktober 2014

Jam belajar bagi orang tua dan anak

            Otober ini sekolah-sekolah tengah mengadaka ulangan tengah semester. Untuk mendukung perlu diterapkan jam wajib belajar untuk anak. . Dengan jam wajib belajar anak akan terbiasa belajar dan terlindungi dari pengaruh negatif pergaulan. Karena salah satu kekurangan anak sekolah adalah kemauan belajar di rumah. Banyak godaan yang membuat anak tidak belajar. Mulai melihat TV, main game, cangkrukan hingga ikut-ikutan balap liar.
Hanya saja perlu ditambah gerakannya yaitu dengan mewajibkan orang tua mendampingi putra-putrinya belajar. Orang tua dilarang berada di luar rumah di jam belajar anak mulai maghrib hingga jam 8 malam. Dengan berada di rumah, orang tua bisa mengawasi, membimbing dan menjalin hubungan lebih harmonis dengan anak serta menjadi teladan bagi putra-putrinya. Misalnya melakukan aktivias membaca atau menulis, syukur bisa membantu memahamkan pelajaran.

Sabtu, 11 Oktober 2014

Ratap Bumi



Ratap  Bumi

Semilir angin berhembus
Bertiup di hamparan tanah tandus
Membawa uap air minimalis
Sisa cadangan yang kian menipis
Sawah ladang meronta
Tersenyum cipta tanah menganga
Tunggui kemarau panjang
Berlindung di balik keringnya ilalang
Mata air menangis
Harapkan rintik gerimis
Kucurkan kehidupan yang merembes
Tetes demi tetes
Bumi ini semakin tua
Kian kurus bagai tak terurus
Terinjak eksploitasi manusia
Termakan ambisi nan rakus
Bumi ini tak bisa mengadu
Tangisanmu  terdengar memilu
Wajahmu semakin kuyu
Sekujur kulit tersayat luka
Amarah tertahan dalam perut magma
Tunggu waktu akhir masa kadaluwarsa