Rabu, 27 Juli 2016

Pendidikan jurnalistik bagi guru



Ada yang aneh pada guru-guru kita. Ketika mengajukan sertifikasi para guru banyak yang melampirkan KTI dan piagam mengikuti berbagai diklat jurnalistik. Tetapi saat membuat KTI dan publikasi ilmiah untuk kenaikan pangkat banyak yang merasa keberatan. Akhirnya lari ke tukang jahit KTI. Anehnya lagi, tim penilai oke-oke saja, dan banyak yang lolos.
Di tengah upaya peningkatan profesionalisme, kurangnya penguasaan dalam penyusunan KTI dan membuat publikasi artikel dapat ditempuh dengan memberi pelatihan pembuatan KTI dan pendidikan  jurnalistik kepada guru.Untuk publikasi, para guru bisa memanfaatkan mass media yang ada. Bahkan guru-guru juga dapat membuat majalah khusus guru dengan mengoptimalkan MGMP dan dukungan dinas pendidikan. Tentu saja ini juga akan memacu guru semakin kreatif menulis dan penerbitan artikel guru lebih intensif.

Sabtu, 23 Juli 2016

Contoh haiku

Haiku adalah sebuah puisi  Jepang yang mempunyai ciri pendek terdiri  tiga baris  dengan banyak suku kata 5-7-5. berikut contoh haiku :




#haiku1
gunting lipatan
tikam dari belakang
pengkianatan


#haiku2
lukaku perih
tersiram racun cuka
tinggalkan bekas

#haiku3
senandung lagu
iringi langkah tegar
jemput impian


#haiku4
ketika ajal
ingatkan penghuninya
hidupnya fana

#haiku5
bulir keringat
menembus lubang pori
buah energi

Kamis, 21 Juli 2016

Guru BK bagi anak SD

            Mengantar anak ke sekolah di awal tahun ajaran baru menjadi ngetrend. Padahal hal itu sudah biasa. Budaya yang diformalkan. Memang, ada nilai positifnya. Yang perlu sebenarnya, bagaimana mendampimgi anak sekolah utamanya SD dan TK sehari hari jika ada masalah. Meski kini kebutuhan guru menjadi polemik, masih ada kekurangan guru untuk pelajaran tertentu.Khusus di SD jarang yang mempunyi guru bimbingan karier (BK). Padahal keberadaan guru BK sangat diperlukan. Bagi anak seusia SD, perkembangan mentalnya perlu dimatangkan.
            Apalagi beban pelajaran anak SD sangat berat. Jika tidak ada pendampingan oleh guru BK, bisa jadi anak-anak ini akan mengalami trauma terhadap pelajaran. Ditambah berbagai tuntutan yang memaksa anak mengikuti berbagai kegiatan sekolah yang sering menyita waktu bermain anak. Sehingga anak kehilangan hidup bersosialisasi di lingkungan sekolah dan rumahnya.

Rabu, 20 Juli 2016

Guru Dilarang Membawa HP di Kelas



           Sudah banyak sekolah menerapkan aturan : siswa dilarang membawa HP ke sekolah. Kebijakan ini efektif mencegah siswa melakukan hal negatif dengan HP selama di sekolah. Anak lebih fokus belajar. Tentu saja kebijakan ini tidak berlaku  bagi bapak/ibu guru, dan ini banyak mendapat protes siswa. Siswa dilarang kok gurunya bebas pakai HP, di kelas lagi. Karena siswa-siswa juga terganggu ketika guru ber HP di kelas. Bahkan kadang guru terlalu asyik ber HP- ria, sementara anak-anak diberi tugas. Disamping bapak/ibu guru juga terganggu pengajarannya.
            Guru sebagai sosok digugu dan ditiru sepatutnya memberi contoh. Sekolah perlu membuat kebijakan: Guru boleh membawa HP ke sekolah, tetapi jangan membaw HP ke ruang kelas. HP di tinggal di ruang guru/tas serta di-silent. HP baru dibuka ketika istirahat atau pada jam jeda. Jika punya relasi di luar sekolah agar berpesan tidak call di jam pelajaran. Di sekolah hanya untuk pendidikan, bisnis di luar jam kerja. Jika ada keperluan kedinasan dari atasan, pihak sekolah mengirim staff TU untuk mencari di ruang kelas. Jadi aturan berlaku  lebih adil. Siswa tekun nelajar, guru fokus mengajar.

Sabtu, 16 Juli 2016

Buka (lagi) Sekolah Pendidikan Guru



Ada wacana untuk menjadi guru tidak harus lulusan FKIP. Semua lulusan berhak asal menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG). Lulusan FKIP belum jaminan menjadi guru. Masih diperlukan pendidikan profesi satu tahun lagi. Itupun harus melalui seleksi ketat. Bisa jadi lulusan FKIP kalah bersaing dengan lulusan lain, terutama alumnus ilmu murni. Syarat menjadi jadi guru PNS benar-benar kian rumit. Lantas akan dikemanakan lulusan FKIP yang tidak bisa menempuh PPG? Padahal FKIP tumbuh bak jamur seiring pemberian tunjangan profesi pendidik.
Menyikapi hal ini, lebih baik pemerintah membuka kembali sekolah menengah pendidikan guru. Dengan sejak dini calon guru disiapkan, mereka sudah punya arah melanjutkan pendidikan. Agar profesi guru tidak menjadi ajang pelarian dari program keahlian lain yang merebut hak mereka yang seak dini berkeinginan menjadi guru sejati. 

Kamis, 14 Juli 2016

Rok Panjang Bagi Anak Perempuan



Saat ini penerimaan siswa baru sudah usai. Dalam rangkaian PPDB ini biasanya sekolah juga sudah menyiapkan tata tertib sekolah terkait seragam. Entah nantinya dikoordinir atau bebas membeli di luar, sekolah sudah menentukan model seragamnya.
Khusus seragam perempuan, rata-rata sekolah membuat model rok pendek, yang penting panjangnya di bawah lutut. Seiring pertumbuhan anak utamanya siswi SMP/SMA, dalam waktu tidak terlalu lama panjang rok sudah di atas lutut. Dan ini tidak baik bagi para siswi. Baik itu dari segi estetika atau keamanan.
            Untuk itu sekolah seyogyanya membuat aturan seragam rok anak perempuan dibuat panjang hingga mata kaki. Modelnya bisa seperti rok pada umumnya atau dibuat model celana. Hal ini akan lebih menjaga martabat dan keamanan siswa perempuan. Mereka juga lebih bebas dan energik beraktifitas, baik di perjalanan maupun dalam kegiatan belajar  mengajar di sekolah.