Sabtu, 25 April 2015

Premium hanya untuk sepeda motor dan angkutan umum



Rencana penghapusan bertahap premium dan meluncurkan pertalite ke pasaran sebagai BBM alternatif dirasa tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat banyak. Mereka yang bermobil seyogyanya tidak boleh membeli premium, kalau dianggap premium terlalu membebani anggaran pemerintah atau pertamina.
Seyogyanya aturan tersebut dipertegas. Pemakai mobil pribadi harus membeli BBM non premium. Sedang preium hanya diperkenankan bagi sepeda motor dan angkutan umum. Dengan aturan ini pemantauan lebih  mudah. Bagi pengecer BBM yang membeli dengan jerigen, diberi kuota dan harus membeli di satu tempat SPBU agar tidak disalahgunakan.

Selasa, 21 April 2015

AREA BEBAS ROK MINI



            Kedudukan wanita tidak boleh dipandang sebelah mata. Kiprahnya semakin eksis di segala bidang. Sebagai insan yang dicipta memiliki kemampuan lebih, daya tarik dan kelemahan, sudah semestinya wanita mendapat perlakuan istimewa. Pemberian fasilitas khusus wanita memang telah disediakan. Mulai WC hingga angkutan  umum.
Namun demikian ancaman keselamatan utamanya pelecehan masih kerap menghantui. Selain karena kelemahan kekuatan fisik, wanita sendiri juga punya andil mengundang kejahatan. Salah satunya pemakain rok mini. Jamak dijumpai di tempat umum, wanita tidak sungkan mengumbar aurat dengan rok mininya.
Oleh karena itu, bila ada kawasan tertib lalu lintas, bebas pengamen dan kaki lima, area bebas asap rokok dsb, maka perlu juga ada area larangan wanita memakai rok mini. Baik di tempat atau angkutan umum yang rentan mengancam keselamatan wanita. Seperti halnya pelarangan lain, bagi yang melanggar dikenai sanksi. Dalam memperingati hari Kartini, saatnya wanita introspeksi diri dalam berpakaian. Jangan memakai rok mini di muka umum.

Minggu, 19 April 2015

Ketua Umum PSSI harus pernah jadi pemain Timnas



PSSI dibekukan Menpora. Kongres PSSI di Surabaya yang memilih ketua umum  PSSI dianggap tidak sah. Indonesia terancam sanksi dari FIFA. Seperti pada konggres sebelumnya, ketua umum PSSI bukan dari kalangan sepak bola murni. Sepertinya kita sudah kesulitan mencari figur pemimpin persepakbolaan nasional. Padahal masih banyak tokoh sepak bola yang mampu mengelola PSSI. Sayang, adanya kepentingan selain persepakbolaan nasional membuat kita merugi.
Diperlukan sosok yang benar-benar mengerti dan pernah merasakan pahit getirnya bermain bola. Salah satunya mantan pemain timnas PSSI. Jika ketua umum pernah menjadi pemain timnas, seperti Michael Platini atau Frans Beckenbhoer beliau nantinya bisa menjadi teladan dan akan lebih banyak membela kepentingan pemain.
Untuk itu dalam kongres, peserta kongres jangan hanya pengurus PSSI daerah atau pemilik klub. Setiap daerah juga mempunyai perwakilan dari pemain. Sehingga para pemain mempunyai hak suara memperjuangkan nasib rekan-rekannya. Yang lebih utama persepakbolaan Indonesia bisa lebih maju dan profesional jauh dari muatan politik.

Jumat, 17 April 2015

Reality Show UN



            Beberapa waktu lalu Pak Dahlan Iskan melontarkan acara reality show pengguna BBM bersubsidi, agar masyarakat tahu siapa penikmat terbesar BBM bersubsidi. Gagasan serupa perlu diterapkan pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Hal ini untuk mengetahui sejauh mana kejujuran UN. Acara diawali dengan pengeluaran naskah dari percetakan, distribusi, pengamanan di kepolisian hingga pelaksanaan. Untuk efektifnya, di beberapa ruang ujian dipasang hidden kamera.
            Penyelenggara acara berasal dari tim independen di bawah koordinasi perguruan tinggi sebagai tim pemantau. Hal ini juga sebagai pengganti pengurangan hak-hak tim pemantau dalam mengawasi UN yang melarang selain peserta dan pengawas masuk ruang ujian. Acara diusung dalam format live dengan mengambil sampel di beberapa tempat tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Apabila dijumpai pelanggaran, pihak penyelenggara reality show menayangkan secara langsung ke pemirsa. Hal ini akan mencegah pihak tertentu yang berniat curang. Yang ketahuan: Kena Dech!

Rabu, 15 April 2015

Musik dan Jajan gratis saat istirahat UN

Sukses ujian nasioanl tidak hanya ditentukan penguasaan materi. Faktor kesehatan dan kesiapan mental juga berpengaruh. Tidak jarang anak yang pintar namun ketahaan fisik dan mentalnya kurang bagus, prestasinya jeblok. Pada hari H sering dijumpai, begitu menemui soal sulit siswa langsung stress. Apalagi siswa SMA setiap hari ada 2 mata pelajaran. Jika jam I down, akan mengganggu UN jam II. Mereka perlu terapi .Caranya, di saat istirahat anak-anak diberi relaksasi. Salah satunya dengan memutarkan musik sesuai selera anak muda. Selain itu agar anak tidak kehilangan waktu karena ke kantin buat jajan, peserta UN sebaiknya diberi jajan gratis saat keluar ruang UN jam I. Dengan demikian anak-anak dapat memanfaatkan waktu untuk belajar, ada tambahan energi dan sukses mengerjakan UN.

Jumat, 10 April 2015

SOAL UN SMP 2015

UN SMP tinggal menghitung hari.Ada baiknya anak2 kelas 9 menambah koleksi soal dan mencobanya. Silakan klik! buku pengayaan UN SMP 2014/2015.

Kamis, 09 April 2015

UN model lesehan



            Belajar dari pengalaman pelaksanaan UN tahun-tahun sebelumnya, kecurangan oleh siswa diantaranya membawa HP dan kertas contekan  Mereka leluasa berbuat karena bangku yang dipakai berlubang dan menghadap ke belakang. Pengawas pun  tidak mengetahui. Apalagi pengawas hanya duduk di depan kelas.
            Untuk menguranggi kecurangan model ini, pada UN SMP perlu dicoba tidak menggunakan bangku. Siswa membawa alas tulis sendiri berupa papan dada, seperti pada pelaksanaan SNMPTN atau tes CPNS. Dengan cara ini  peserta UN dibatasi ruang gerak untuk membawa HP atau membuka contekan.