Jumat, 01 Juli 2016

MERAIH FITRI



Tubuh ini bukan benda suci
Bernoda salah  berlumur dosa
Yang tak siap menghadap Ilahi
Kala malaikat menjemput sukma

Kesombongan keangkuhan tak lagi berguna
Segudang permata tak akan dibawa
Keliang lahat tuju pintu utama
Hantar badan ke alam baka

Lihatlah tanda-tanda di sekelilingmu
Bercerminlah lihat hatimu
Akhir jaman tunggu tiupan sangkakala
Ketika taubat tak lagi berguna

Sadarlah manusia di sisa waktu
Sebelum ajal datang menjemputmu
Di bulan yang suci
Ulurkan tangan ke sesama insani
Haturkan maaf dan kekhilafan diri
Saling bermaafan di hari Fitri

Kamis, 30 Juni 2016

Zakat Jadi Alat Pancing



           Zakat bisa dipakai mengukur  kesejahteraan masyarakat. Semakin besar zakat terkumpul menunjukkan semakin baik tingkat kemakmurannya. Meski tidak dipungkiri juga masih banyak masyarakat yang hidup kekurangan. Trend pengumpulan zakat pun setiap tahun menunjukkan grafik meningkat. Bahkan di beberapa tempat terjadi surplus zakat. Tentunya ini bisa dimanfaatkan lebih optimal.
            Disamping zakat berlebih tersebut bisa didistribusikan ke luar wilayah, besaran zakat terutama jatah fakir miskin perlu diperbesar nilainya. Terutama kaum miskin yang memiliki anak usia sekolah.  Porsinya disesuaikan. Misalnya zakat yang diberikan selain dapat digunakan untuk berlebaran juga bisa digunakan untuk membiayai pendidikan. Syukur bisa untuk satu tahun.
Porsi yang lebih besar kepada fakir miskin ini sebagian zakatnya bisa diarahkan sebagai modal kerja. Nantinya lembaga penyalur zakat memberikan pelatihan. Sehingga selepas lebaran mereka siap berusaha mengentaskan diri dari kemiskinan. Jadi zakat tidak lagi sekedar memberi ikan, tetapi memberi kail. Agar zakat mempunyai kemanfaatan lebih banyak.

Rabu, 29 Juni 2016

Satu Siswa Tanam Satu Pohon



Kelestarian alam menjadi tanggung jawab kita bersama. Kritisnya alam dan perubahan iklim memerlukan penanganan intensif. Pencegahan kerusakan, rehabilitasi hutan, penanaman lahan kritis serta menanam pohon di sekitar kita  merupakan langkah jitu agar lingkungan bisa bersahabat dengan manusia. Langkah dini yang perlu dilakukan adalah dengan memberikan pendidikan lingkungan hidup kepada anak-anak sekolah. Seperti yang dilakukan dinas pendidikan Madiun dengan memasukkan Pendidikan Lingkungan Hidup dalam kurikulum sekolah.
Kalaupun bukan sebagai mata pelajaran, gerakan cinta lingkungan hidup dapat dilakukan dengan memanfaatkan momen masa orientasi siswa baru (MOS). Yaitu para siswa diharuskan membawa bibit pohon dan menanamnya di sekolah. Bagi sekolah yang tidak memiliki lahan cukup, pohon ditanam di sekitar sekolah, tepi jalan, lahan kosong atau lahan kritis. Bisa juga anak-anak menanam bunga. Tanaman ini diberi nama penanamnya. Mereka berkewajiban merawat pohon tersebut hingga tanaman itu mampu tumbuh mandiri. Bila perlu hingga mereka lulus. Dengan cara ini akan menumbuhkan kecintaan dan kepedulian anak terhadap lingkungan. Lngkungan semakin indah dan sejuk. Satu pohon menyelamatkan bumi.

Selasa, 28 Juni 2016

JIHAD FOREVER



Kata-kata jihad semakin popular, tatkala Hotel JW Marriot dan Ritz Charlton di bom.  Ulah sekelompok orang yang mencoreng citra Indonesia. Celakanya, pengebom bunuh diri dianggap suhada oleh para simpatisan.  Beberapa isu beredar, dan mengkait-kaitkan pengeboman antara Islam dengan pihak-pihak yang dianggap musuh Islam. Sementara, di Riau kompleks lokalisasi dibakar. Ungkapan Jihad terhadap kemungkaran.  Sepertinya jihad diidentikkan dengan kekerasan. Memusuhi, memerangi kalau perlu menghancurkan semua bentuk yang dianggap bertentangan dengan syariat Islam. Benarkah Islam demikian? Tidak! Islam bukan agama yang suka kekerasan.  Islam bukan teroris.
Islam adalah agama rahmatal lil’alamin, yang mengayomi seluruh umat manusia.  Kalau beberapa hari ini kaum muslim menikmati Ramadan, rasanya hidup begitu indah. Ramadan yang penuh  rohmah dan maghfiroh. Ramadan banyak merubah rutinitas sendi kehidupan manusia.  Ada yang bergembira  dengan datangnya Ramadan ada pula yang  merasa tersiksa.  Seakan dengan datangnya Ramadan, manusia menemukan kembali kebahagian hidup.  Mulai tumbuh lagi kesadaran untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Khaliq.
Haus dan lapar tak begitu dirasa. Janji-janji Allah yang memberikan pahala berlipat untuk setiacurkan semua bentuk yang dianggapp kebajikan mulai mengubah gaya hidup kaum muslim. Ramadan bukan lagi tugas maha berat.  Kalau perlu berharap, ingin sepanjang tahun menjadi Ramadan. Akankah hal ini pertanda awal kemajuan Islam? Kita berharap Ramadan sebagai wahana kawah candradimuka bagi umat mulim.
Yaa  Selama Ramadhan umat muslim berperang melawan hawa nafsu.   Salah satu bentuk jihad terbesar  bagi yang mampu menjalankannya. Seperti  yang disampaikan Nabi Muhammad SAW, bahwa berperang melawan hawa nafsu nilai jihadnya tidak kalah dengan jihad melawan kaum musyrikin di kala perang Badar.  Lantas jihad apa yang masih bisa  dilakukan di  jaman kekinian. 
Jihad dapat dilakukan di mana saja, kapan saja.   Jihad tidak harus diberi makna perang mengangkat senjata.  Memerangi kaum non muslim ataupun  menghancurkan kemunafikan dan  kedhaliman dengan aksi anarkis. Islam adalah agama yang sejuk dan damai. Pemberi rahmat, perlingdungan dan mampu menciptakan memakmuran bagi semua makhluk yang ada di atas permukaan bumi.  Janganlah Islam menjadi pobia bagi yang lain. Yang akhirnya bisa merugikan umat Islam sendiri.  Islam menjadi agama menakutkan. Jangan! Jangan sampai hal ini terjadi.
Jika kita perhatikan sekitar, masih banyak proses kehidupan di dunia ini yang  menyimpang.  Sebagai manusi normal, tentu kita tidak senang melihat terjadi penyimpangan, kedholiman, kesewenangan ataupun kemungkaran.  Ini  dapat kita ubah dengan jihad. Jihad dapat dilakukan dengan perbuatan, perkataan bahkan hanya dengan hati.   
Kalau manusia mempunyai keberanian, baik sebagai masyarakat ataupun sebagai pimpinan. Hal terbaik adalah berbuat kebaikan,  mendobrak, merobohkan bahkan menghancurkan kemungkaran dengan cara elegan. Bila tidak bisa melakukannya sendiri, dengan lesan dapat meniupkan hawa perubahan. Nasehat menasehati, amar ma’ruf nahi mungkar untuk mencegah, mengurangi syukur bisa membawa pembaharuan ke hal yang lebih baik.  Dan selemah-lemah iman adalah jihad dalam hati. 
Minimal manusia tidak ikut arus, mampu mempertahankan diri untuk tidak berbuat hal salah.  Berdoa’, bermunajat kepada Alloh agar kemungkaran itu segera sirna dari bumi. Yang berbuat mungkar segera mendapat hidayah serta ampunan dari Alloh.  Sesungguhnya setiap manusia adalah pemimpin.  Dan setiap pemimpin kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Alloh.
            Satu bulan ke depan masih ada waktu untuk memperbaiki diri dan lingkungan. Setelah itu, kita semua kembali beraktifitas seperti   biasa.  Akan dibuktikan apakah tempaan selama satu bulan Ramadan ini berdampak positif dalam kehidupan?  Kalau selama Ramadan setan-setan dibelengu, maka memasuki  1 Syawal setan-setan segera di lepas.     Siap menggoda iman kaum muslimin.   Jika kita mampu memerangi godaan syaiton  kita juga sudah melakukan jihad.  Jihad tidak hanya selama Ramadan. Jihad dapat dilaksanakan setiap saat. Jihad forever!!.