Minggu, 09 Oktober 2016

Satu Guru Satu Produk Buku




            Upaya meningkatkan profesionalisme guru telah ditempuh dengan berbagai cara. Sertifikasi, diklat, workshop hingga program satu guru satu laptop. Diharapkan guru semakin berkualitas, produktif dan kreatif dalam pembelajaran. Baik dalam metode maupun kemampuan membuat media dan buku ajar.
Untuk buku ajar, sekolah mengandalkan BOS buku. Sedang untuk buku penunjang tergantung kemampuan siswa. Masih mahal dan langkanya buku penunjang untuk siswa dapat disiasati dengan memberdayakan potensi guru. Perlu dicanangkan program satu guru satu produk buku. Guru diharapkan mampu menjawab tantangan ini dengan membuat buku bagi siswa. Minimal bisa dipakai untuk kalangan sendiri..
 Para guru sebenarnya punya kemampuan menulis. Kalau dikembangkan akan bermanfaat bagi siswa dan guru itu sendiri. Siswa akan bangga dan percaya dengan gurunya. Bahwa guru tidak hanya bisa memerintah mengerjakan tugas, tetapi memberi contoh membuat buku. Dengan mengawali membuat buku dalam bentuk sesederhana sekalipun, akan membudayakan dan melecut guru untuk menulis. Guru semakin percaya diri dan tidak mudah menjadi plagiat. Apalagi ke depan, membuat karya tulis menjadi keharusan untuk naik pangkat. Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi?


2 komentar: