Rabu, 12 April 2017

REVOLUSI HIJAU

Menulis puisi asyik. Apapun yang ada di sekitar kita bisa dituangkan dalam bait-baik kata. Dalam sebuah even, saya mencoba menggambarkan keadaan lingkungan sekitar yang kian rusak, terjamah tangan-tangan penuh nafsu serakah. Mendulang rupiah tanpa mempertimbangkan lagi nasib anak cucu. Kini, bencana alam, banjir dan longsor silih berganti  menimpa bangsaku. Bukan karena alam yang marah. Tetapi manusia telah memetik buah, dari apa yang mereka tanam di masa lalu.
Lewat Revolusi Hijau dalam even yang diselenggarakan Revolusi Pena Khatulistiwa, tulisan saya berhasil menjadi juara 3. Alhamdulillah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar