Senin, 01 Maret 2010

MENSTERILKAN BUKIT DARI BANGUNAN

Hari-hari ini kita kembali disuguhi tontonan bencana. Banjir dan tanah longsor melanda. Menghanyutkan harta benda dan memakan korban puluhan nyawa. Dampak penggundulan hutan, pembangunan membabi buta, dan ulah manusia. Sepertinya, tidak kapok-kapoknya orang membuat bangunan di lereng-lereng gunung. Mulai rumah, villa hingga kompleks pemukiman elite seakan berlomba menghiasi sisi gunung dengan bangunan. Padahal korban-korban bencana cukup sebagai pelajaran.
Indahnya pemandangan, udara segar dan sumber air alami melupakan orang dari bahaya yang setiap saat mengancam. Padahal jika bukit-bukit itu dibuka untuk pemukiman, berarti bendera start kerusakan mulai dikibarkan. Pohon-pohon ditebang, permukaan tanah terbuka. Tanpa mereka sadari, penyangga air berkurang. Mengakibatkan banjir dan longsor di musim hujan. Dan berkurangnya sumber air bagi masyarakat di bawahnya ketika kemarau.
Untuk itu, agar lingkungan terselamatkan perlu ketegasan dari pihak berwenang. Melarang mendirikan bangunan di bukit atau di hutan. Analisis dampak lingkungan jangan diperjual belikan. Jangan pilih kasih dan memberi peluang baik kepada pejabat atau mereka yang beruang. Agar anak cucu kita masih bisa menikmati kebesaran Tuhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar