Jumat, 04 Juli 2014

Bijak Amal Sumbangan Keliling



            Ada fenomena menarik setiap menjelang dan pada bulan Ramadan. Marak ada sumbangan keliling. Tidak hanya dari sekitar tempat tinggal, malah banyak dari luar daerah bahkan luar propinsi. Ada yang berlatar belakang kegiatan sosial, pembangunan tempat ibadah dan pendidikan, panti asuhan atau sekedar meminta sedekah seikhlasnya. Tetapi masyarakat sering meragukan keabsahan dari surat-surat beserta proposal yang dibawanya. Meski pemerintah daerah atau desa sudah membuat aturan penarikan sumbangan dari masyarakat luar, cara ini kurang manjur. Pelaku sumbangan keliling ini memanfaatkan rasa empati masyarakat yang mengharap pahala berlipat utamanya di bulan Ramadan.
            Untuk menghindari modus tarikan sumbangan keliling abal-abal, ada beberapa hal yang bisa dijadikan pedoman untuk melihat apakah sumbangan itu asli atau abal-abal alias palsu. Diantaranya dialek tidak sesuai dengan daerah asal dalam surat, cara bicara dibuat cepat mungkin biar calon penyumbang tidak begitu jelas dan langsung menyumbang, stempel  dan tanggal surat kabur, mengaku-ngaku kenal tokoh ternama, cara jalan saat di dekat dan setelah jauh dari rumah dibuat-buat atau tidak dsb. Dengan tanda seperti itu para penyumbang bisa bijak saat menyumbang. Memberi sekedar belas kasihan atau memang berharap ridho dari Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar