Kamis, 13 Agustus 2009

UMUR dan BEKAL MATI

Ketika suatu hari seseorang melihat kalender, dan hari itu bertepatan dengan tanggal kelahiranya. Orang itu pasti berkata dalam hatinya. Hari ini adalah hari ulang tahunku. Hari ini umurku bertambah satu tahun.
Menurut hitung-hitungan matematika, semakin hari umur manusia bertambah. Tapi menurut hitungan takdir, jatah hidup seseorang berkurang.
Takdir kematian seseorang telh ditetapkan oleh yang kuasa. Manusia tinggal menununggu malikat pencabut nyawa menghantarkan SK kematian yang datangnya tidak ada yang tahu. Kematian adalah salah satu dari tiga rahasia yang Hanya Alloh saja yag tahu.
Rejeki, jodoh dan mati. Tiga paket kerahasiaan Alloh.
Sudahkah kita setiap hari menghitung jatah waktu hidup kita? Atau mungkin ada yang akan menciptakan alat Hitung Mundur Kematian?
Di sisa-sisa kehidupan ini manusia bersegeralah mempersiapkan diri. Memupuk bekal yang dibawa ke alam kubur nanti. Sudahkah bekal ini dibuatkan nomor rekening? Agar sewaktu-waktu di alam kubur bisa ditranfer ke roh penghuni kubur?
Nomor-nomr rekening hanya bisa ditarik dari 3 bank. Anak Sholeh yang selalu mendoakan orang tuanya, ilmu yang bermanfaat dan amal jariah.
Ketiga hal yang bisa menjadi jaminan aman di akhir nanti.
Seiring berjalnnnya waktu, manusia sebenarnya semakin tua. Kadang bekal yag disiapkan tidak semakin menumpuk, cenderung semakin berkurang. Semakin tinggi pendidikan anak, anak kadang tidak semakin sholeh. Masih banyak anak yang semakin saLah. Semakin kaya orang, zakat dan jariahnya kadang juga sulit keluar . terlanjur masuk rekening bank yang memberikan bunga dunia yanglebih mejanjikan. Dan Semakin sibuk sesorang semakin sedikit ilmu yang dimiliki yang diserap apalagi yang akan diamalkan.
Waktu tidak bisa diulang. Sebelum terlembat bersiap dari sekarang. Amin




Tidak ada komentar:

Posting Komentar