Sabtu, 13 November 2010

MEMBORONG TERNAK MERAPI UNTUK KORBAN

Semakin hari penderitaan penduduk sekitar Merapi bertambah. Selain harus mengungsi, tanaman dan ternaknya menjadi korban. Lahan subur itu sementara tertutup abu. Tidak bisa ditanami dan tidak cukup rumput untuk pakan ternak yang masih ada. Belum lagi, para pengungsi ini tidak bisa bekerja.

Meski sudah ada bantuan untuk mengatasi ternak penduduk, ada baiknya pemilik ternak masih bisa memetik untung dari sisa kekayaan ternaknya. Karena beberapa hari lagi Idul Adha, tentu memerlukan hewan korban cukup banyak. Untuk itu, ada baiknya memanfaatkan ternak penduduk sekitar Merapi sebagai hewan korban. Disarankan, kepada yang akan berkorban untuk membeli ternak dari Merapi. Jangan seperti yang terjadi saat ini. Para pemilik ternak dipermainkan tengkulak. Memanfaatkan suasana, membeli ternak dengan harga murah.

Sulitnya mencari pakan ternak dan kebutuhan hidup yang mendesak memaksa pemilik ternak menjualnya ternak mereka berapa pun harganya yang ditawarkan. Rencana pemerintah mengganti ternak baik yang mati maupun yang masih hidup, nampaknya dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengeruk keuntungan. Jika ini tidak segera ditangani, akan terjadi makelarisasi bantuan ternak. Korupsi modal baru, menari di atas luka. Kalau pihak berwenang tidak segera bertindak, korban merapi pemilik ternak ini akan semakin merana hidupnya.

Agar pemilik ternak mendapat keuntungan dan memperoleh nilai jual lebih tinggi,perlu diadakan lelang. Ternak yang masih ada dikumpulkan. Ternak yang masih kurus diberi ransum, agar ternak gemuk dan memiliki nilai jual tinggi. Hasil lelang dari penawar tertinggi, keutungannya dibagi fifty-fifty. Untuk pemilik dan membantu korban lain. Nantinya daging korban juga dibagikan kepada pengungsi Merapi. Beramal dan beribadah, berbagi buat sesama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar