Senin, 27 Desember 2010

Formula Lulusan berbobot beda

Ungkapan pak Nuh di JP (20/12), bahwa unas sebagai cek darah tepat sekali. Salah diagnose, akibatnya fatal. Apalagi jika yang mendiagnose tidak kompeten dan tidak jujur melaporkannya, bisa lebih parah lagi. Diperlukan kemaun kuat untuk melaksanakan unas dengan jujur untuk melahirkan generasi berprestasi.
Meski secara politis sudah oke, namun formula kelulusan masih digodok. Kita berharap formula yang dihasilkan berkeadilan. Adil tidak harus sama. Hasil evakuasi unas tahun lalu tentunya dapat dijadikan patokan. Tidak menyamaratakan formula sama untuk seluruh siswa ditanah air.
Formula dapat dipilah menjadi beberapa golongan berdasar klasifikasi pemetaan mutu pendidikan. Sekolah yang stándar pelayanan pendidikan baik, bobot unasnya lebih tinggi. Dan sebaliknya. Misal, ada 3 kategori A,B,C.Jika nilai unas = x, nilai sekolah =y, formula klasifikasi A=0,5x+0,5y, B=0,6x+0,4y dan C=0,7x+0,3y. Formula beda untuk satu tujuan, mencerdaskan kehidupan bangsa yang berkeadilan dan berperikemanusiaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar